Kisah asal mula penganan Cahkwe terkait dengan kematiannya.[1][2] Yue Fei difitnah oleh pejabat kerajaan Qin Hui yang menyebabkan dirinya dihukum oleh Kaisar Song Gaozong.[1][2] Hal ini menyebabkan kemarahan rakyat yang akhirnya membuat Cahkwe.[1][2]
Pada tahun 1163, 21 tahun setelah kematiannya Kaisar Xiaozong membangun kuil untuk mengingat jasa Yue Fei.[1][2] Di sana ditaruh empat patung yaitu patung Qin Hui, istrinya, Mo Qixie dan Zhangjun.[1][2] Keempatnya dalam keadaan berlutut sebagai simbol penebusan kesalahan mereka.[1][2] Di sisinya terdapat enam patung yaitu dua kuda, dua macan dan dua kambing yang melambangkan penjaga Yue Fei.[1][2]
Selain Cahkwe, tragedi kematian Yue Fei juga diadaptasi menjadi novel Legenda Yue Fei dan Opera Beijing Yue Fei and Yang Zaixing.[2]
Pahlawan rakyat
Yue Fei dianggap sebagai pahlawan nasional setelah hukuman kematiannya.[3]Qin Hui dan di beberapa kasus, Kaisar Gaozong dari Song disalahkan sebagai penyebab keruntuhan Dinasti Song akibat hukuman mati yang dijatuhkan kepada Yue Fei dan kebijakan kompromi dengan Dinasti Jin.[4] Meskipun tidak bisa dibuktikan, Qin Hui dikenal sebagai seseorang yang berkolusi dengan Dinasti Jin atas kematian Yue Fei.[5] Sejak Dinasti Yuan, Yue Fei diangkat sebagai pahlawan rakyat Tionghoa dan pada Dinasti Ming, banyak kuil dibangun untuk menyembahnya. Bahkan saat Perang Dunia II, nama Yue Fei kembali dikumandangan ke dalam sebuah lagu patriot Tiongkok yang liriknya diduga ditulis oleh Yue Fei sebagai bentuk semangat juang melawan pasukan Jepang.[6]
Pada 2002, ada rumor yang menyatakan bahwa status Yue Fei sebagai pahlawan nasional telah dicabut. Kementerian pendidikan menginstruksikan guru sejarah bahwa Yue Fei tidak dapat menyandang status pahlawan karena Yue Fei melindungi orang Han dari suku Jurchen yang merupakan keturunan orang Manchu yang kini merupakan bagian bangsa Tiongkok. Oleh karena itu, kekhawatiran akan "persatuan kebangsaan" di Tiongkok menjadi hal yang utama, karena Yue Fei dipandang hanya mewakili satu subkelompok di Tiongkok, dan bukan "seluruh bangsa Tiongkok sebagaimana didefinisikan saat ini".[7] Namun, hal ini dibantah oleh Kementerian Pendidikan dan Kementerian Pertahanan Tiongkok yang masih menganggap Yue Fei sebagai pahlawan.[8][9]Partai Komunis Tiongkok juga masih menganggap Yue Fei sebagai pahlawan nasional.[10]
↑BARANOVITCH, NIMROD. "Others No More: The Changing Representation of Non-Han Peoples in Chinese History Textbooks, 1951–2003." The Journal of Asian Studies 69, no. 1 (2010): 85–122.