Yoky Matsuoka (松岡陽子 Matsuoka Yōko, lahir sekitar tahun 1972 di Jepang) adalah CEO sekaligus pendiri Yohana, sebuah anak perusahaan independen dari Panasonic.[1] Ia pernah menjabat sebagai CTO di Google Nest, salah satu pendiri Google X, serta pernah menempati posisi sebagai Wakil Presiden Teknologi dan Analitik di Twitter, eksekutif teknologi di Apple, dan Wakil Presiden Teknologi di Nest.[2][3][4][5][6]
Matsuoka lahir di Jepang dan pindah ke California saat berusia 16 tahun.[8]
Saat muda, ia merupakan pemain tenis semi-profesional dan pernah menempati peringkat ke-21 di Jepang.[9] Namun, cedera yang berulang kali dialaminya membuatnya harus berhenti bermain tenis dan justru menginspirasinya untuk meneliti robotika, awalnya dengan ide menciptakan pemain tenis robot.[10]
Matthew O'Donnell, dekan Fakultas Teknik di Universitas Washington, menggambarkan dirinya sebagai insinyur mekanik, ahli saraf, bioinsinyur, pakar robotika, dan ilmuwan komputer, dengan kemampuan untuk melihat kemungkinan dengan menggabungkan semua disiplin ilmu ini.[7]
Yayasan MacArthur menyatakan bahwa penelitian yang dilakukannya "mengubah pemahaman kita tentang bagaimana sistem saraf pusat mengoordinasikan gerakan muskuloskeletal serta bagaimana teknologi robotika dapat meningkatkan mobilitas bagi individu dengan keterbatasan manipulasi."[11]
Industri
Pada tahun 2011, ia bergabung dengan Google X sebagai salah satu dari tiga anggota pendiri. Di sana, ia membantu merekrut Babak Parviz (yang kemudian memimpin tim Google Glass) serta mengembangkan portofolio Google X di bidang medis. Setelah itu, ia bergabung dengan Nest sebagai Wakil Presiden Teknologi, bertanggung jawab atas pembelajaran mesin dan pengalaman pengguna (UX). Di Nest, ia memimpin pengembangan komponen adaptif pada Nest Thermostat, yang hingga kini menjadi bagian penting dari produk tersebut.
Saat ini, ia menjadi penasihat untuk Brain of Things, sebuah proyek yang mengembangkan rumah pintar yang dapat belajar dari penggunanya. Pada tahun 2015, ia pindah ke Apple dan bekerja di sana hingga Desember 2016, berkontribusi pada perangkat lunak pemantauan HealthKit, alat CareKit untuk manajemen perawatan medis pasien, serta kerangka kerja ResearchKit.[12]
Ia menjabat sebagai Chief Technology Officer di Nest hingga perusahaan tersebut diakuisisi oleh Google.[5] Saat ini, ia adalah pendiri sekaligus CEO Yo Labs.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.