Yenny Meliana menamatkan sekolah dasar di SD Xaverius (Curup, Bengkulu) tahun 1989, sekolah menengah pertama di SMPN 1 Curup (Bengkulu) tahun 1992, dan sekolah menengah atas di SMAN 1 Curup (Bengkulu) tahun 1995. Memperoleh gelar Sarjana dari Jurusan Teknik Kimia di Universitas Indonesia tahun 1999, gelar Magister Sains bidang Kimia dari Universitas Indonesia tahun 2003, dan kemudian mengambil Advance Diploma Bidang Teknik Kimia di Zhejiang UniversityChina, lulus tahun 2007, serta gelar Doktor Bidang Teknik Kimia dari National Taiwan UniversityTaipei tahun 2012. Gelar profesor riset diraih pada tahun 2022 dengan orasi berjudul Peran Teknologi Nanoemulsi untuk Pengembangan Mutu Kosmetik dari Herbal Asli Indonesia.[1][2]
Karier
Yenny Meliana mengawali karier sebagai Asisten Peneliti di Departemen Teknik Kimia Universitas Indonesia pada tahun 2000–2003, Asisten Peneliti (GeoChemist) di Lembaga Minyak dan Gas Bumi (LEMIGAS) pada tahun 2003–2005. Kemudian, bergabung menjadi peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sejak tahun 2005 sampai saat ini (menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional, BRIN).
Pernah menduduki jabatan struktural sebagai Kepala Divisi Penelitian dan Diseminasi Pusat Penelitian Kimia (2015–2018), Kepala Kelompok Penelitian Kimia Polimer (2019–2020), Kepala Pusat Penelitian Kimia LIPI (2019–2021), Plt. Kepala Riset Kimia Maju BRIN (2021–2022), dan Kepala Riset Kimia Maju sejak 2022 sampai dengan sekarang.[1][3]
Karya
Yenny Meliana menghasilkan 87 karya tulis ilmiah (KTI) yang ditulis bersama penulis lain dalam bentuk bagian buku internasional, publikasi internasional, publikasi nasional, dan paten. Sebanyak 50 KTI ditulis dalam bahasa Inggris. Memiliki 1 lisensi yaitu Paten Produk Anti-selulit dengan PT. Nano Herbal Indonesia.[1]
Penghargaan
Yenny Meliana memperoleh berbagai penghargaan, di antaranya:
Hitachi Global Foundation Innovation Award 2021 kategori Outstanding Innovation[4]
sebagai salah satu ahli yang ditunjuk oleh Para Pihak sebagai anggota Chemical Review Committee (CRC) untuk Rotterdam Convention dengan masa jabatan 4 tahun, dimulai pada tahun 2019[6]
Penghargaan Wirakarya dari Presiden Republik Indonesia tahun 2018
Perempuan Bintang Awards 2018 Kategori Bintang Ilmiah[7]
L’OREAL-Indonesia UNESCO Award – fellowship For Woman in Science (FWIS) tahun 2016[8]
Penghargaan Diseminasi Teknologi dari Ketua LIPI tahun 2017
Indonesia Toray Science Foundation (ITSF) untuk Science and Technology Research Grant (STRF) tahun 2015[1]