Yao Hetian (Hanzi:姚鶴天; Pinyin:Yáohètiān) atau Yang Mingchi (Hanzi:姚明池; Pinyin:Yáomíng chí) disebut sebagai Patriark ke-14 oleh I Kuan Tao dan menjadi patriark pertama yang hanya ada ekslusif di silsilah patriark mereka. Sejak Yao Hetian inilah silsilah patriark Tao antara Xiantiandao dan Yiguandao berbeda.[1]
Pada masa kaisar Tongzhi, pemberontakan agama seperti Sekte Seroja Hijau, Kerajaan Surga Taiping, dan Pemberontakan Nien ditekan oleh pemerintah Qing.[3] Namun konflik dalam masyarakat tidak mereda melainkan menjadi semakin akut dan kompleks. Karena hati masyarakat yang bergejolak, sekte-sekte agama menjadi punya kesempatan untuk berkembang. Sekte Seroja Hijau saat itu kembali terpecah.[3] Patriark ke-15 Xiantiandao, yang bernama Lin Yimi (林依秘) / Li Zhuguan (林祝官) mendirikan Aula Surga Barat (西乾堂) sebagai tempat penampungan anggota-anggota sekte Seroja Hijau.[4]
Pada tahun 1873, Yao Hetian diangkat sebagai pengawas Aula Surga Barat.[4][5] Yao Hetian menjadi salah satu pengkhotbah di sana, dan kemudian mengklaim bahwa dia telah diberi Firman Tuhan dan mendirikan kelompok baru. Setelah Yao Hetian mengambil alih pimpinan, ia melakukan beberapa reformasi pada ajaran, seperti contohnya pemujaan utama yang semula ditujukan pada Yaochi Jinmu, dikembalikan pada pemujaan pada Wusheng Laomu seperti pada masa sekte Mahayana.[3] Yao bertanggung jawab atas Aula hanya selama kurang dari satu tahun sebelum dia meninggal dunia.[4] Berdasarkan catatan Asal Usul Para Sesepuh di Setiap Generasi (歷代祖師源流道脈) dikatakan bahwa Wang Jueyi adalah murid dari sesepuh Yao dari Aula Surga Barat.