Xenoglosia adalah fenomena paranormal ketika seseorang mampu menuturkan atau menulis bahasa yang tidak bisa diperoleh dengan cara alami. Contohnya, seseorang mampu menuturkan bahasa Jerman dengan fasih, tetapi ia bukan penutur asli Jerman, tidak pernah belajar bahasa Jerman, tidak pernah berkunjung ke negara berbahasa Jerman, dan tidak pernah berhubungan dengan penutur bahasa Jerman.
Keberadaan xenoglosia umumnya tidak diterima oleh ahli bahasa dan psikolog. Akan tetapi, peneliti paranormal dan psikiater Ian Stevenson mendokumentasikan beberapa kasus yang menurutnya otentik.
Kata xenoglosia berasal dari bahasa Yunani, ξένος (xenos), yang berarti "orang asing"[1] dan γλῶσσα (glōssa), yang berarti "lidah" atau "bahasa".[2]
Contoh kasus
Pada tanggal 5 Agustus 2010, video seorang ibu rumah tangga yang menuturkan bahasa Nepal disiarkan di acara Kiseki-taiken Unbelievable (奇跡体験!アンビリバボー[3] - pengalaman keajaiban yang tak dapat dipercaya). Ibu rumah tangga itu mengatakan tidak pernah belajar bahasa Nepal, tidak pernah pergi ke Nepal, dan tidak punya teman orang Nepal.
Referensi
↑ξένος, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
↑γλῶσσα, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, on Perseus
Cooper-Rompato, Christine F., The Gift of Tongues: Women's Xenoglossia in the Later Middle Ages (University Park, PA: Pennsylvania State University Press, 2010).
Samarin, William J. Review of Ian Stevenson Xenoglossy: A Review and Report of a Case. Language 52.1.270-274. (1976)