Wisnu Jatmiko (lahir 16 Desember 1973) merupakan Guru Besar bidang kecerdasan buatan dan robotika di Universitas Indonesia. Pada 2025, ia menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, dan sebelumnya pernah menjabat Ketua Intelligent Robotics and Systems Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Ketua Klaster Kecerdasan Buatan Pusat Riset Science Techno Park Universitas Indonesia, dan anggota Dewan Penasehat IEEE Indonesia Section.[1][2]
Kehidupan Awal
Wisnu Jatmiko lahir di Surabaya pada 16 Desember 1973 sebagai putra kedua dari pasangan Eddy N dan Nuk Zulaicha. Ia menyelesaikan pendidikan menengah atas di SMAN 34 Jakarta. Gelar Sarjana Teknik Elektro diperoleh dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia tahun 1997, gelar Magister Komputer dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia tahun 2000, dan gelar Doctor of Engineering dari Teknik Sistem Mikro-Nano Universitas Nagoya, Jepang tahun 2007. Ia diangkat sebagai Guru Besar Universitas Indonesia pada September 2017.[3]
Pendidikan
SMAN 34 Jakarta
Pada tahun 1997, Jatmiko memperoleh gelar sarjana teknik elektro dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia.
Pada tahun 2000, Jatmiko memperoleh gelar M.Sc dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia.
Pada tahun 2007, Jatmiko memperoleh gelar Dr. Eng. dari Teknik Sistem Mikro-Nano, Universitas Nagoya.
Kemudian bekerja di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia, Indonesia sebagai dosen dan mulai September 2017 dilantik menjadi Guru Besar penuh.[4]
Karier
Wisnu Jatmiko menjabat sebagai Manajer Riset Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia periode 2008-2012 dan 2013-2017, kemudian memimpin Program Magister dan Doktor Ilmu Komputer periode 2017-2021. Pada 2017, ia meraih Juara Ketiga Dosen Berprestasi Universitas Indonesia. Periode 2019-2020, ia menjabat sebagai Ketua IEEE Indonesia Section dan menyandang status Senior Member IEEE. Wisnu Jatmiko mendirikan laboratorium riset Intelligent Robots and System (IRoS) yang fokus pada pengembangan teknologi robotika cerdas.[5]
Penghargaan
Periode 2009-2018, ia memperoleh lebih dari 25 hibah penelitian dengan hasil tercatat dalam 107 dan 108 Prospective Innovations of Indonesia, kemudian meraih status finalis Best Student Paper IEEE Sensors di California, Amerika Serikat, dianugerahi Duta Ilmu Pengetahuan Nasional 2014 oleh Kementerian Riset dan Teknologi, menerima Habibie Award 2015, dan tercatat dalam Marquis Who's Who in the World 2016 edisi ke-33. Tahun 2023, ia masuk dalam 50 besar Indonesia Top 10.000 Scientist kategori Engineering and Technology dengan peringkat ke-30 tingkat universitas, ke-386 tingkat nasional, ke-40717 tingkat Asia, dan ke-256344 tingkat global berdasarkan AD Scientific Index 2023.[6][7][8]