Prof. Dr. Ir. Hj. Winarni Dien Monoarfa, MS. (lahir 21 November 1962) adalah seorang Akademisi, Guru Besar pada Universitas Hasanuddin[1] sekaligus Birokrat di pemerintahan Provinsi Gorontalo. Saat ini, perempuan yang dijuluki "Seroja dari Timur" ini menjabat sebagai Staf Ahli Menteri Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.
Riwayat Hidup
Masa Kecil dan Keluarga
Winarni Dien Monoarfa lahir dari keluarga yang memiliki latar belakang kebudayaan yang kuat, di mana dalam dirinya mengalir darah Gorontalo dari sang Ayah, H. Dien Monoarfa. Sang ayah yang bekerja sebagai wartawan Tanah Air pada era 1960-an serta kerap mengikutsertakan Winarni dalam berbagai liputannya.
Pendidikan
S-1 Fakultas Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, 1984 (Mahasiwa Teladan)
S-2 bidang Perikanan Unhas, 1992 (Wisudawan Terbaik)
S-3 bidang Perikanan Unhas – IPB, 2000
Karier dan Pengalaman
Dosen Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
Guru Besar Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin
Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah (BALITBANGPEDALDA) Provinsi Gorontalo (2002-2004)
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Gorontalo (2004 - 2012)
Ketua ORWIL Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Provinsi Gorontalo (2012-2017)[2]
Ketua POKJA Forum Kawasan Timur Indonesia (2008 - sekarang)
Koordinator Forum Kepala BAPPEDA Provinsi se-Kawasan Timur Indonesia
Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Republik Indonesia (2018-sekarang)
Pada tahun 2002 Winarni diajak oleh Fadel Muhammad untuk pulang kampung, beralih dari akademisi ke birokrat dan menjabat sebagai Kepala Badan Lingkungan Hidup, Penelitian dan Dampak Lingkungan Hidup Daerah, Provinsi Gorontalo.
Pengalaman lainnya adalah menjadi peserta Program Lemhanas selama 9 bulan, di mana Winarni berhasil menjadi perempuan pertama peraih penghargaan alumni terbaik Wibawa Seroja Nugraha. Atas penghargaan tersebut, Winarni mendapat predikat sebagai 'Seroja dari Timur'.[3]
Pada tahun 2008, Winarni Monoarfa didaulat sebagai Ketua Forum KTI (Kawasan Timur Indonesia) menggantikan Marwah Daud Ibrahim (2008 s/d sekarang). Karier dari ibu 5 anak ini mulai mencapai puncak kariernya setelah ia dipercayakan sebagai Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo pada tahun 2012. Di luar kariernya sebagai birokrat, Winarni Monoarfa juga turut berperan sebagai Ketua ICMI Gorontalo dan mendirikan Sekolah Al-Azhar 46 di Provinsi Gorontalo.
Penghargaan
Wibawa Seroja Nugraha dari Lemhanas (tahun 2007)
CIDA Champion Awards dari Duta Besar Kanada di Makassar (tahun 2010)[4]
Gelar Adat Pulanga (Gelar Adat Gorontalo Tertinggi): Ti Tidito Lo Hunggia yang mengandung makna seorang pemimpin perempuan yang cerdas, peka, cermat, arief, bijaksana dan bersahaja (tahun 2016)[5]