Kemarin begitu pengusulan artikel bagus diminta untuk taruh disini, jadi ya sudah.
Juxlos (bicara) 10 Februari 2020 21.59 (UTC)
Komentar HaEr48
Terima kasih usulannya. Kalau aku lihat sepertinya untuk status AB memang sudah mencukupi, kalau untuk AP masih perlu dikembangkan agar komprehensif. Karena bung Juxlos menulis sendiri artikelnya dan punya akses ke sumber, mungkin bisa ditambahkan. Saranku ada di poin-poin di bawah ini:
- Latar belakang: Menurutku agar konteksnya komprehensif juga bisa ditambah tentang situasi peperangan di Hindia Belanda - negara Jepang sudah sampai mana saja, bagaimana persebaran kekuatan Sekutu, dan kapan/bagaimana/apa ada alasan khusus Jepang mulai masuk ke Indonesia, dan bagaimana tanggapan Belanda/Sekutu. Bahkan pertempuran-pertemuran penting yang terjadi sebelum ini pun bisa disebutkan, baik di luar Jawa maupun di Jawa.
Y Sudah diperpanjang
- diperintahkan untuk mundur dari Batavia dan Bogor/Buitenzorg menuju Bandung: apa ada penjelasannya kenapa malah ibu kota ditinggalkan?
Y Sudah diberikan - secara strategis maupun secara moril
Kekuatan: apa ada keterangan mengenai persenjataan masing-masing pihak selain pesawat? Misal semacam artileri, kendaraan, tank, logistik, dan sebagainya. Baik secara kualitatif maupun kuantitatif.
- ? Seharusnya ada tapi perlu digali sedikit. Nanti saya tambahkan
Perlu ditambahkan jumlah total korban terbunuh/terluka/ditawan dari kedua pihak
- ? Data agak terbatas, dan kalau mau jujur, aku agak ragu bisa diperoleh angka pas. Akan saya coba hitung dari laporan-laporan terpisah.
Apa ada sumber yang menulis "analisis" performa kedua pihak dalam pertempuran ini dari para sejarawan atau pengamat militer, dan apakah ada pujian/kecaman dari atasan masing-masing?
- " mereka mengurungkan niat mereka setelah menyadari bahwa kondisi tidak memungkinkan" apa ada penjelasannya kenapa dianggap tidak memungkinkan? Misalnya Tentara Indonesia saja bisa perang gerilya ketika ibukota direbut Belanda setelah Agresi Militer II
Y Sudah ditambahkan
- Apakah masih ada kekuatan Belanda di luar Jawa Barat? Mungkin bisa dijelaskan kekuatan Belanda/Sekutu yang tersisa, sebagai konteks kenapa Belanda memutuskan langsung menyerah saja setelah pertempuran ini. Mungkin bisa ditambahkan ke bagian latar belakang juga, kalau dibaca yang ada di artikel ini saja kesannya drastis sekali kalah sekali lalu terus menyerah.
Y Sudah ditambahkan sedikit
Sebagai perbandingan mungkin bisa dilihat artikel-artikel FA tentang pertempuran PD II di en.wp, misalnya en:Battle of Edson's Ridge atau en:Operation Epsom untuk melihat hal-hal yang bisa ditambahkan. Memang artikel ini kemungkinan tidak bisa selengkap itu karena sumber yang ada lebih terbatas dan skala pertempuran ini juga lebih kecil, tetapi coba dipertimbangkan dan dijadikan inspirasi untuk menambah rincian latar belakang dan jalannya pertempuran seperti kedua artikel tersebut.
- Mengenai nama: Saran ejaan judul diubah jadi "Ciater", karena nama tempatnya sekarang sudah punya ejaan modern yang lebih mudah dikenali. Bandingkan juga misalnya Pertempuran Surabaya atau Pertempuran Laut Jawa, agak janggal misalnya kalau ditulis Soerabaja atau Laoet Java.
- Aku pikir begitu juga, tapi dari sumber-sumber yang saya baca semuanya "Tjiater Pass" atau "Tjiater-Pas", sementara kalau Surabaya kan ya memang sumbernya menulis "Surabaya".
- Kalau itu mungkin gara-gara ejaan Belanda (dan penulis dari negara-negara Sekutu juga mungkin akan ngekor tulisan orang Belanda). Untuk tulisan bahasa Indonesia, menurutku Ciater tetap lebih baik karena aku rasa lebih natural misalnya kalau orang Indonesia menulis laporan peristiwa ini saat ini, dan juga namanya lebih dikenal (kelihatan jelas itu nama tempat di Jawa Barat, kalau "Tjiater" kayak nama di luar negeri). Kecuali kalau ditemukan tulisan-tulisan sejarawan terbaru (dalam bahasa Indonesia) yang menulis "Tjiater". Sekalian minta pendapat lain Mimihitam atau Masjawad99. HaEr48 (bicara) 13 Februari 2020 03.41 (UTC)
- @Juxlos menurutku lebih baik dieja "Ciater" supaya konsisten. Mimihitam 13 Februari 2020 08.55 (UTC)
- Aku coba juga minta pendapat @RXerself @M. Adiputra Mimihitam 13 Februari 2020 10.12 (UTC)
- Ya, Ciater saja. RXerself (bicara) 16 Februari 2020 06.14 (UTC)
- Setuju dengan ejaan "Ciater". Masjawad99💬 19 Februari 2020 17.27 (UTC)
Sekian dulu peninjauanku secara garis besar. Kalau tertarik untuk melengkapi/menanggapi, nanti aku juga akan cek rincian-rincian mengenai ejaan, gaya penulisan, dsb. Mudah-mudahan Bung Juxlos betah menulis artikel di id.wikipedia, untuk menambah jajaran artikel-artikel berkualitas di sini hehehe. HaEr48 (bicara) 12 Februari 2020 04.14 (UTC)
- @HaEr48 Untuk sekarang sebagian masalah sudah disentuh, mungkin bisa dicek dulu. Juxlos (bicara) 12 Februari 2020 12.53 (UTC)
- Updatenya top sekali bung Juxlos. Penambahan latar belakangnya sangat memperjelas. HaEr48 (bicara) 13 Februari 2020 03.30 (UTC)
- Oh ya, coba cek WP:SETELJINGGA agar mudah menemukan pranala disambiguasi (ada beberapa di tambahan teks baru misalnya Bangka).
- Bung Juxlos apa masih mau dilanjutkan? HaEr48 (bicara) 6 Maret 2020 03.23 (UTC)
- Rasanya sudah mentok - untuk tambahan informasi (misal jumlah korban) sulit didapat. Sila diputuskan. Juxlos (bicara) 6 Maret 2020 10.59 (UTC)
@HaEr48 gimana bung, kira-kira bisa diterima nggak? Menurutku sih tidak masalah karena isi artikelnya tetap komprehensif berdasarkan informasi yang tersedia di bidang keilmuwan sejarah. Mimihitam 7 Maret 2020 22.56 (UTC)
Setelah pertimbangan, aku agak mendukung, mengingat keterbatasan di atas mencerminkan keterbatasan dari informasi keilmuwan yang ada (berdasarkan jawaban penulis) dan tidak terlalu mengurangi informasi garis besar yang sudah dijelaskan dengan baik di artikel ini. HaEr48 (bicara) 9 Maret 2020 21.39 (UTC)