Mayor JenderalJacob Jan Pesman (4 Januari 1888 – 2 Januari 1950) adalah seorang perwira militer Belanda pada masa Perang Dunia II. Ia adalah seorang komandan dalam pasukan kolonial KNIL di Hindia Belanda, dan merupakan komandan salah satu unitnya selama invasi Jepang ke Jawa.
Karier militer
Pesman telah bergabung ke angkatan darat dan memegang pangkat letnan dua pada tahun 1910. Ia diangkat menjadi Mayjen pada bulan Juli 1939.[1]
Dalam Kampanye Hindia Belanda, Pesman dipercaya menjadi komandan "Bandung Group" dalam susunan kepemimpinan KNIL, di mana kesatuan tersebut membawahi sekitar 9,000 orang prajurit.[2] Kesatuan tersebut terlibat dalam Pertempuran Kalijati di mana mereka mencoba untuk merebut kembali Lapangan Udara Kalijati dari Jepang, tetapi upaya ini digagalkan oleh AU Jepang dan banyak korban jatuh di pihak KNIL.[3] Bandung Group kemudian mencoba untuk mempertahankan Bandung dari serangan Jepang selagi menunggu kesatuan-kesatuan lain di Jawa Barat berkumpul, tetapi pasukan Jepang dibawah Kolonel Toshinari Shōji berhasil menerobos pertahanan mereka seusai Pertempuran Perlintasan Tjiater dan merebut Lembang.[4]
Sehari setelah Lembang direbut Jepang, Pesman bertemu dengan Shōji di Hotel Isola Lembang, di mana ia menyerahkan kota Bandung kepada Jepang. Pada hari yang sama, Perjanjian Kalijati yang mengakhiri kekuasaan Belanda di Indonesia ditandatangani, dan pasukan sekutu lainnya menyerah dalam waktu beberapa hari.[5] Seusai penyerahannya, Pesman dikirim sebagai seorang tahanan perang ke Singapura di akhir tahun 1942, kemudian ke Taiwan pada Januari 1943. Terakhir, ia dikirim ke Kamp Tahanan Perang di Mukden, Manchuria.[6]
Pesman meninggal pada tanggal 2 Januari 1950 di kota Rijswijk, Holland Selatan.[1]