Widiastuti Setyaningsih adalah seorang akademisi dan peneliti asal Klaten, Indonesia di bidang analisis, kimia, dan biokimia pangan. Ia bekerja sebagai dosen pada Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Ia dikenal melalui penelitiannya mengenai pemanfaatan bunga pisang sebagai bahan pangan fungsional yang berkontribusi pada peningkatan kesehatan mental masyarakat Indonesia maupun global pada era pasca pandemi COVID-19.
Ia tercatat sebagai peneliti pertama yang melaporkan adanya komponen antidepresan pada bunga pisang yang bermanfaat bagi kesehatan mental. Selain itu, ia juga aktif mendorong partisipasi perempuan dalam bidang sains. Pada tahun 2023, ia meraih penghargaan bergengsi L’Oréal-UNESCO For Women in Science (FWS) atas kontribusinya dalam penelitian pangan berkelanjutan.[1][2][3][4]
Awal kehidupan
Sejak masa kanak-kanak, Widiastuti telah menunjukkan ketertarikan pada bidang sains. Ia tumbuh dalam lingkungan akademis, ayahnya merupakan seorang dosen teknologi pangan di Universitas Sriwijaya, Palembang. Ketertarikan awalnya pada ilmu pangan muncul ketika melihat sang ayah mengolah nata de coco dari air kelapa tua yang pada umumnya dianggap sebagai limbah. Pengalaman tersebut mendorongnya untuk menempuh pendidikan tinggi di bidang teknologi pangan di Universitas Gadjah Mada, sebelum kemudian melanjutkan studi tingkat lanjut di bidang kimia analitik.[3]
Pendidikan
Widiastuti meraih gelar Sarjana Teknologi Pertanian (S.T.P.) dari Program Studi Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada pada tahun 2006. Ia kemudian melanjutkan studi magister (M.Sc.) di bidang Kimia Analitik melalui program European Master in Quality in Analytical Laboratories (EMQAL) di tiga universitas berbeda, yaitu Gdansk University of Technology (Polandia), University of Barcelona (Spanyol), dan University of Cadiz (Spanyol), ia lulus pada tahun 2011. Selanjutnya, ia menempuh pendidikan doktoral (Ph.D.) di bidang Food Analytical Chemistry di Gdansk University of Technology (Polandia) dan menyelesaikannya pada tahun 2015. Selain itu, ia juga melakukan penelitian pasca doktoral di University of Cadiz (Spanyol) untuk meraih gelar European Ph.D. di bidang sains dan selesai pada tahun 2017.[5]
Karier
Sejak 2012, Widiastuti aktif mengajar sebagai dosen di Departemen Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada. Ia juga dipercaya sebagai Editor-In-Chief jurnal ilmiah AGRITECH yang diterbitkan oleh fakultas yang sama, serta mengelola Laboratorium Pengujian di fakultas tersebut. Di luar dunia akademik, Widiastuti juga terlibat aktif dalam organisasi profesi, antara lain sebagai Pengurus Perhimpunan Pegiat Pangan Fungsional dan Nutrasetrikal Indonesia (P3FNI) sejak 2021 dan Pengurus Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) sejak 2019.[5]
Publikasi pilihan
Widiastuti telah menerbitkan banyak artikel ilmiah di jurnal nasional maupun internasional bereputasi. Penelitiannya banyak berfokus pada pangan fungsional, senyawa bioaktif, serta metode analisis kimia. Beberapa publikasi terpilihnya antara lain "Ultrasound-Assisted Extraction of Antioxidants and Neuroprotective Compounds from Banana Flowers via Simplex-Centroid Solvent Optimization" di BIO Web of Conferences (2025),[6] "Detection and Quantification of Cocoa Powder Adulteration Using Visible and Near-Infrared Spectroscopy" di Food Chemistry (2024),[7] "Edible Flowers: Antioxidant Compounds and Their Functional Properties" dan [8] "Methodologies in the Analysis of Phenolic Compounds in Roselle (Hibiscus sabdariffa L.): Composition, Biological Activity, and Beneficial Effects on Human Health" di Horticulturae (2021),[9] serta "Banana Peel Flakes Alleviate Blood Glucose and Stress in A Dose-Dependent Manner" di International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences (2020).[10]
Penghargaan
Widiastuti telah meraih banyak penghargaan baik di tingkat nasional maupun internasional atas kontribusinya dalam bidang ilmu pangan. Pada 2024 ia terpilih mengikuti Young Scientist Program dari Federation of Asian and Oceanian Biochemists and Molecular Biologists (FAOBMB) di Melbourne, Australia. Setahun sebelumnya, ia memenangkan penghargaan bergengsi L’Oréal-UNESCO For Women in Science 2023 berkat risetnya mengenai pemanfaatan bunga pisang sebagai bahan pangan fungsional yang berkontribusi pada kesehatan mental di era pasca pandemi COVID-19.
Pada tahun 2020, ia juga menerima penghargaan Best Presenter Award dalam Seminar RKI-PPKI dan High-Quality Scientific Article Award dalam bidang kesehatan dan kedokteran oleh RISTEK-BRIN. Ia juga mendapatkan penghargaan sebagai dosen terbaik Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Gadjah Mada (2019), Best Publication in Agro Cluster, Universitas Gadjah Mada (2018), Urakami Travel Award pada Asian Congress of Nutrition (ACN) di Yokohama, Jepang (2015), Best Poster Award pada Food Analysis Congress (FAC) di Barcelona, Spanyol (2014), Best Oral Presentation Award pada International Conference on Ultrasonic-based Applications di Costa de Caparica, Portugal (2014), serta Best Oral Presentation Award pada International Conference on Asia Agriculture and Animal (ICAAA) di Bangkok, Thailand.[11]