Widarti Goenawan atau bernama asli Widarti Djajadisastra (lahir di Sukabumi, Jawa Barat, 28 Februari 1944) merupakan salah satu pendiri dan pemimpin redaksi majalah Femina yang berkantor di kawasan Kuningan, Jakarta. Selain menjadi pemimpin redaksi di majalah Femina, Wanita yang kerap disapa Arti ini juga menjabat sebagai wakil pemimpin umum di Gaya Favorit Pers.[1]
Bersama kedua rekannya, Mirta Kartohadiprodjo dan Atika Makarim, Arti gemar membaca majalah-majalah wanita dalam bahasa asing. Mereka menyadari bahwa majalah semacam itu dalam bahasa Indonesia sangat diperlukan. Atas dasar itu, mereka memprakarsai terbitnya majalah Femina dengan modal awal Rp 25.000.000,00 yang diperoleh dari keluarga Sutan Takdir Alisjahbanayang merupakan anggota keluarga Mirta. Sejak saat itu, Femina eksis dan berkembang menemani perjalanan perempuan Indonesia.[1]
Selain bekerja di Gaya Favorit Pers, ia merupakan salah satu staf pengajar di Fakultas Sastra Universitas Indonesia, Jurusan Sastra Indonesia. Arti juga merupakan seorang bendahara di Yayasan Sekar Mlati. Namun, setelah sukses menerbitkan majalah Femina (1972) yang semula hanya sebuah keisengan, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai staf pengajar UI pada 1975.[1]
Setelah sukses menjadi wanita karier, ia lalu memutuskan untuk menikah dengan Goenawan Mohamad yang juga merupakan pemimpin redaksi majalah Tempo. Pasangan ini dikaruniai dua orang anak.[1]