Spesifikasi ini memiliki throughput multi-stasiun setidaknya 1,1 gigabita per detik (1,1Gbit/s) dan throughput taut tunggal setidaknya 500 megabita per detik (0,5Gbit/s).[6] Ini dicapai dengan memperluas konsep antarmuka udara yang diadopsi oleh 802.11n: lebar pita RF yang lebih lebar (hingga 160MHz), lebih banyak aliran spasialMIMO (hingga delapan), MIMO multi-pengguna pada downlink (dari router ke hingga empat klien), dan modulasi kepadatan tinggi (hingga 256-QAM).[7][8]
Wi-Fi Alliance membagi pengenalan produk nirkabel 802.11ac menjadi dua fase ("wave"), yang dinamakan "Wave 1" dan "Wave 2".[9][10] Mulai pertengahan 2013, aliansinya mulai mensertifikasi produk 802.11ac Wave 1 yang dikirim oleh produsen, berdasarkan Draf 3.0 IEEE 802.11ac (standar IEEE tidak diselesaikan hingga nantinya pada tahun itu).[11] Pada 2016, Wi-Fi Alliance memperkenalkan sertifikasi Wave 2, yang mencakup fitur tambahan, seperti MU-MIMO (hanya downlink), dukungan lebar saluran 160MHz, dukungan untuk lebih banyak saluran 5GHz, dan empat aliran spasial atau spatial stream (dengan empat antena; dibandingkan dengan tiga pada Wave 1 dan 802.11n, dan delapan pada spesifikasi IEEE 802.11ax).[12] Ini berarti produk Wave 2 memiliki bandwidth dan kapasitas lebih tinggi daripada produk Wave 1.[13]
Teknologi baru
Teknologi baru yang diperkenalkan oleh 802.11ac termasuk berikut:[8][14]
Lebar saluran lebih besar
Lebar pita wajib 80MHz dan opsional 160MHz untuk stasiun, dibandingkan dengan 40MHz maksimum pada 802.11n.
Lebih banyak aliran spasial MIMO
Dukungan untuk lebih dari delapan aliran spasial (dibandingkan empat pada 802.11n)
Multi-user MIMO downlink (MU-MIMO; dari pemancar ke hingga empat klien MU-MIMO secara sekaligus)
Beberapa stasiun, masing-masing dengan satu atau lebih antena, mengirim atau menerima aliran data independen secara sekaligus.
Space-division multiple access (SDMA): aliran yang tidak dipisahkan oleh frekuensi, tetapi dipisahkan secara spasial; seperti MIMO 802.11n.
MU-MIMO downlink tersedia sebagai mode opsional.
Modulasi
256-QAM, laju 3/4 dan 5/6, ditambahkan sebagai mode opsional (vs. maksimum 64-QAM, laju 5/6 pada 802.11n).
Beberapa merek menawarkan mode non-standar 1024-QAM, memberikan laju data 25% lebih tinggi dibandingkan dengan 256-QAM.
Fitur lain
Beamforming (pengarahan sinyal) dengan pengujian dan umpan balik yang terstandarisasi untuk kompatibilitas antar merek (tidak adanya standarisasi pada 802.11n membuat beamforming sulit berfungsi secara efektif antar produk merek berbeda)
Modifikasi MAC (kebanyakan untuk mendukung perubahan di atas)
Mekanisme koeksistensi untuk 20, 40, 80, dan 160MHz; perangkat 11ac dan 11a/n
Menambah empat kolom tambahan ke header PPDU yang mengidentifikasi bingkai sebagai bingkai very high throughput (VHT) dibandingkan dengan high throughput (HT) pada 802.11n, atau sebelumnya. Tiga kolom pertama pada header dapat dibaca oleh perangkat lawas untuk memungkinkan koeksistensi.
Di negara lain, DFS diwajibkan antara saluran 52 dan 144 untuk 5GHz untuk mengurangi gangguan dengan sistem radar cuaca yang menggunakan pita frekuensi yang sama.
Beberapa perusahaan saat ini menawarkan chipset 802.11ac dengan laju modulasi yang lebih tinggi: MCS-10 dan MCS-11 (1024-QAM), didukung oleh Quantenna dan Broadcom. Walaupun secara teknis tidak merupakan bagian dari 802.11ac, indeks MCS baru tersebut menjadi resmi pada standar 802.11ax, yang disahkan pada 20221.
Saluran 160MHz tidak tersedia di beberapa negara karena masalah regulasi yang mengalokasikan beberapa frekuensi untuk tujuan lain.
Kecepatan yang diiklankan
Kecepatan nirkabel perangkat kelas 802.11ac sering diiklankan sebagai AC diikuti oleh sebuah angka, angkanya merupakan jumlah total laju taut tertinggi dalam Mbit/s dari semua radio yang dapat digunakan secara bersamaan pada perangkat. Misalnya, titik akses AC1900 mungkin memiliki kemampuan 600 Mbit/s pada radio 2,4GHz dan kemampuan 1300Mbit/s pada radio 5GHz. Tidak satupun perangkat klien yang dapat terhubung dan meraih throughput 1900Mbit/s, namun beberapa perangkat yang masing-masing terhubung ke radio 2,4GHz dan 5GHz dapat meraih throughput gabungan mendekati 1900Mbit/s. Konfigurasi aliran yang berbeda dapat menghasilkan angka AC yang sama.
↑802.11ac hanya menentukan operasi pada pita 5GHz. Operasi pada pita 2,4GHz ditentukan oleh 802.11n.
↑Wi-Fi 6E adalah nama industri yang mengidentifikasi perangkat Wi-Fi yang juga beroperasi pada 6GHz. Wi-Fi 6 menawarkan fitur dan kemampuan yang sama dengan Wi-Fi 6.
12
802.11ac hanya menentukan operasi pada pita 5 GHz. Operasi pada pita 2,4GHz ditentukan oleh 802.11n.
↑MCS 9 tidak berlaku untuk semua kombinasi lebar saluran dan jumlah aliran spasial.
123Dengan 802.11n, 600Mbit/s pada pita 2.4GHz dapat diraih dengan menggunakan empat aliran spasial masing-masing berkecepatan 150Mbit/s . Hingga Desember2014[update], perangkat yang tersedia secara komersial yang meraih achieve 600Mbit/s pada pita 2.4GHz menggunakan 3 aliran spasial masing-masing berkecepatan 200Mbit/s.[19][20] Ini membutuhkan penggunaan modulasi 256-QAM modulation, yang tidak sesuai dengan 802.11n and dapat dianggap ekstensi ekslusif.[20]
123Dengan ekstensi khusus untuk 802.11n, menggunakan saluran 40MHz pada 2,4GHz, waktu jarak aman 400ns, 1024-QAM, dan 4 aliran spasial.
↑Hingga Desember2014[update], perangkat AC3200 yang tersedia secara komersial menggunakan dua radio terpisah masing-masing berkecepatan 1.300Mbit/s untuk mencapai total 2.600Mbit/s pada pita 5GHz.
↑Giordano, Lorenzo; Geraci, Giovanni; Carrascosa, Marc; Bellalta, Boris (November 21, 2023). "What Will Wi-Fi 8 Be? A Primer on IEEE 802.11bn Ultra High Reliability" [Seperti Apa Nanti Wi-Fi 8? Panduan Dasar IEEE 802.11bn Ultra High Reliability]. IEEE Communications Magazine. 62 (8): 126. arXiv:2303.10442. Bibcode:2024IComM..62h.126G. doi:10.1109/MCOM.001.2300728.