Wasito lahir di Desa Kartikajaya, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal. Sejak tahun 2006, ia memulai upaya konservasi lingkungan dengan menanam mangrove di pesisir pantai utara Jawa untuk mengatasi masalah abrasi dan banjir rob yang kerap melanda wilayah tersebut. Kegiatan ini dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Pantai Ngebum, Pantai Kartika Jaya, dan Pantai Muara Kencan.[2]
Kegiatan konservasi
Sejak memulai aktivitasnya, Wasito telah menanam lebih dari 30 hektar mangrove di sepanjang pesisir Kendal. Ia juga mendirikan Mangrove Academy, sebuah inisiatif untuk memberdayakan masyarakat pesisir melalui edukasi dan pelatihan tentang pentingnya ekosistem mangrove dan cara penanamannya.[3]
Penghargaan
Atas dedikasinya, Wasito menerima penghargaan Kalpataru dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada tahun 2020 dalam kategori Pengabdi Lingkungan. Penghargaan ini diberikan sebagai pengakuan atas upayanya dalam pelestarian lingkungan yang memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.[4][5]
Sejak tahun 1980 penghargaan Kalpataru diberikan kepada 388 penerima. Terdiri dari, 144 penerima kategori Perintis Lingkungan, 99 penerima kategori Pengabdi Lingkungan, 116 penerima kategori Penyelamat Lingkungan, dan 59 penerima kategori Pembina Lingkungan.[6]