Pada awalnya para bangsawan dari wangsa ini menjabat sebagai Bendahara di Kesultanan Malaka dan Johor. Karena keluarga Bendahara melakukan perkawinan dengan keluarga raja-raja Malaka dan Johor mereka mengklaim hak atas tahta Johor ketika keturunan raja-raja Malaka-Johor punah pada 1699.
Di Kesultanan Johor dan Riau-Lingga selain bergelar Sultan raja-raja wangsa Bendahara juga bergelar Yang Dipertuan Besar.