Produksi turbin
Pada tahun 1867, Johann Matthäus Voith menyerahkan kendali perusahaan ini ke anaknya, Friedrich, yang telah memiliki 30 pegawai. Pada tahun yang sama, Friedrich Voith resmi mendaftarkan perusahaan ini dengan nama Maschinenfabrik (Engineering Works) J. M. Voith. Pada tahun 1869, Voith menerima paten pertamanya untuk sebuah penggiling kayu. Penggiling tersebut merupakan terobosan untuk pabrik kertas, karena memungkinkan penggunaan serat selulosa yang lebih ekonomis dan terbarukan, sembari meningkatkan kualitas kertas, serta menetapkan standar baru untuk penerbitan koran modern. Pada tahun 1881, Voith menyelesaikan pembuatan mesin produksi kertas pertamanya untuk Raithelhuber, & Cie asal Gemmrigheim, Jerman. Penemuan Voith tersebut pun membuka pasar yang benar-benar baru, sehingga membantu perusahaan ini tumbuh pesat berkat banyaknya pesanan. Pada pertengahan dekade 1890-an, Voith telah dapat memproduksi mesin untuk semua tahap dalam produksi kertas.
Pada saat yang sama, Voith mulai mengerjakan turbin. Pada tahun 1879, Voith berhasil memproduksi regulator turbin pertamanya, berdasarkan rancangan dari Adolf Pfarr, dan terbukti sebagai sebuah terobosan dalam membangkitkan listrik dengan menggunakan tenaga air. Pada tahun 1890, Voith mulai memproduksi turbin jet terbuka bertekanan tinggi. Pada tahun yang sama, Friedrich Voith diminta oleh Raja Karl I dari Württemberg untuk bergabung ke dalam dewan penasehat perdagangannya, sebagai pengakuan atas kesuksesan bisnisnya. Pada perayaan hari jadinya yang ke-25 pada tahun 1892, Voith telah mempekerjakan 330 orang, sehingga menjadikannya salah satu perusahaan terbesar di Kerajaan Württemberg.
Anak usaha pertama Voith, yang terletak di St. Pölten, Austria, resmi didirikan pada tahun 1903, dan pada tahun yang sama, Voith menerima pesanan terbesar dalam sejarahnya, yakni membangun turbin air terbesar di dunia, dengan 12.000 tenaga kuda (8.948 kW), untuk Pembangkit Listrik Tenaga Air Robert Moses Niagara.
Voith Drive Technology
Pada tahun 1911, Voith memproduksi mesin terlebar dan tercepat pada saat itu untuk kertas cetak reel-fed, di pabriknya di St. Pölten, Austria. Pada tahun 1913, Friedrich Voith meninggal, saat perusahaannya telah mempekerjakan 3.000 orang serta memimpin di sektor produksi kertas dan sektor energi. Tiga anaknya kemudian berbagi tanggung jawab di dalam perusahaan ini, di mana Walther memimpin pabrik di St. Pölten, Hermann mengelola urusan perdagangan di pabrik utama di Heidenheim, sementara Hanns memimpin departemen teknik.
Setelah Perang Dunia I, tiga bersaudara tersebut memutuskan untuk mengembangkan perusahaan dan berkonsentrasi pada teknologi penggerak. Pada tahun 1922, Voith mulai memproduksi rakitan gigi transmisi, berdasarkan pengetahuan dinamika fluida yang didapat dari proyek turbin sebelumnya. Sehingga menjadi terobosan lain, yang dicapai dengan bantuan dari Hermann Föttinger, dan risetnya di bidang transfer energi hidrodinamis. Pada tahun yang sama, turbin Kaplan pertama kali diproduksi oleh Voith, dan diberi nama sesuai penemunya, Viktor Kaplan.
Pada tahun 1929, kopling hidrodinamis buatan Voith pertama yang didasarkan pada Prinsip Föttinger digunakan di Pembangkit Listrik Tenaga Air Herdecke. Kemudian, transmisi serupa untuk kendaraan rel dan jalan pun dikembangkan. Pada saat itu, perusahaan ini menjadi terkenal berkat penggerak dan transmisi hidrodinamis yang mereka pasok ke fasilitas produksi industrial. Selain itu, Voith juga meluncurkan produk baru, yakni Voith Schneider Propeller (VSP) untuk kapal niaga. Penggerak kelautan baru yang diciptakan oleh insinyur asal Wina, Ernst Schneider, dan diperbaiki oleh Voith tersebut meningkatkan manuverabilitas kapal secara signifikan.
Setelah sukses diuji coba di kapal Torqueo, pada tahun1937, Voith Schneider Propellers pertama pun resmi dioperasikan di kanal sempit di Venesia, Italia. Selama Pameran Dunia tahun 1937 di Paris, Voith mendapat penghargaan – tiga kali – atas Voith Schneider Propellers dan transmisi turbo Voith. Setahun kemudian, dua kapal pemadam kebakaran Paris resmi dioperasikan dengan sistem VSP baru.
Pasca meninggalnya Hermann Voith, Hanns Voith memimpin perusahaan ini mulai tahun 1942. Pada tanggal 24 April 1945, saat pasukan Amerika menduduki Heidenheim, Hanns Voith lah yang secara pribadi menyerahkan kota Heidenheim ke Angkatan Darat Amerika Serikat. Selama Perang Dunia II, sebanyak 600 dari 4.000 pegawai Voith terbunuh ataupun hilang.
Internasionalisasi
Pasca Perang Dunia II, Hannes Voith dan Hugo Rupf menjabat sebagai Chairman Dewan Direksi. Produk pertama yang berhasil diproduksi pasca perang adalah sebuah turbin untuk Norwegia pada tahun 1947. Pada tahun 1949, delapan unit Voith Schneider Propellers dikirim ke United Africa Company, 46 transmisi turbo Voith dikirim ke Brazil, dan pada tahun 1951, sebuah mesin produksi kertas baru dikirim ke Belanda. Pada saat yang sama, Voith meluncurkan transmisi tiga konverter baru untuk kendaraan rel bermotor, dan transmisi bus DIWA. Pada tahun 1953, Voith memproduksi mesin kertas koran tercepat di Eropa untuk Feldmühle AG: yang dapat beroperasi dengan kecepatan 600 meter/menit, dan memproduksi hingga 200 ton kertas koran tiap hari. Pada Pameran Dunia tahun 1958 di Brussels, Voith mendapat medali emas karena mengembangkan transmisi turbo pertama untuk lokomotif diesel-hidrolik milik Deutsche Bundesbahn.
Selama dekade 1960-an, Voith berekspansi secara internasional. Pada tahun 1962, Voith ikut andil dalam PLTA penyimpanan pompa terbesar di Eropa, yakni Pembangkit Listrik Tenaga Air Vianden, di Vianden, Luxembourg, dengan memasok dua turbin spiral, empat pompa penyimpanan, dan dua pompa turbin. Empat tahun kemudian, Voith mencetak rekor dengan memproduksi mesin kertas koran terlebar di dunia untuk Swedia. Antara tahun 1962 hingga 1966, perusahaan ini juga berivestasi pada Utkal Machinery Ltd. asal India dan Talleres de Tolosa asal Spanyol. Voith juga mengambil alih produsen mesin kertas dan peralatan, Dörries, serta mendirikan kantor penjualan baru di Britania Raya dan Prancis. Selain itu, sebuah anak usaha baru bernama Voith S.A. juga didirikan di São Paulo, Brazil pada tahun 1964.
Pada dekade 1970-an, Voith mengembangkan kopling sentrimatis, dan retarder R130 untuk bus dan kendaraan utilitas. Di Amerika Serikat, Voith mendirikan sebuah anak usaha di Appleton, Wisconsin pada tahun 1974, dan juga menjadi pemegang saham di Morden Machines asal Portland, Oregon. Dua tahun kemudian, Voith mendirikan dua anak usaha di Jepang. Pasca meninggalnya Hanns Voith, Hugo Rupf menjadi direktur utama Voith mulai tahun 1971, dan mulai tahun 1973, ia menjadi Chairman Dewan Direksi.
Pasca mengakuisisi Appleton Mills asal Amerika Serikat pada tahun 1983, Voith masuk ke bisnis pakaian mesin kertas. Selain itu, Voith mengambil alih operasi pembangkitan listrik tenaga air dari Allis Chalmers asal York, Pennsylvania. Dalam beberapa tahun, Voith mengembangkan jumlah pekerjanya di Amerika Serikat dari 200 menjadi 1.300 orang. Pada tahun 1985, Voith juga berekspansi ke India, dengan mendirikan sebuah pabrik di Hyderabad.
Pada dekade 1990-an, Voith mulai berekspansi ke Timur Jauh, dengan fokus di Tiongkok. Pada tahun 1994, Voith memasok turbin untuk PLTA berpompa penyimpanan terbesar di dunia di Guangzhou II. Dua tahun kemudian, Voith menerima kontrak untuk membangun mesin kertas murni terbesar di dunia, di Dagang. Di Kunshan dan Liaoyang, Tiongkok, perusahaan ini juga membuka sebuah pabrik baru pada tahun 1996.
Di bawah kepemimpinan Michael Rogowski, yang telah menjadi juru bicara Voith sejak tahun 1986, perusahaan ini direorganisasi, dan menjadi sebuah perusahaan induk, dengan sejumlah anak usaha yang beroperasi secara independen. Pada tahun 1988, Voith memperkenalkan retarder terintegrasi R115, dan mengoperasikan fasilitas penghilangan tinta terbesar di Eropa, di Schongau pada tahun 1989.
Pada tahun 1994, Voith dan Sulzer asal Swiss, menggabungkan bisnis produksi kertas teknis milik keduanya, dan pada tahun 1999, Voith mengakuisisi bisnis pembuatan kertas teknis milik Scapa asal Britania Raya. Setahun kemudian, Voith Siemens Hydro Power Generation resmi didirikan sebagai sebuah joint venture antara dua pemimpin internasional di bidang teknologi turbin dan generator.
Pada tahun 2000, Michael Rogowski menyerahkan tanggung jawab operasional Voith ke Hermut Kormann. Di bawah kepemimpinannya, Voith menjadi sebuah perusahaan keluarga kelas dunia, dengan nilai pesanan mencapai €4 miliar, dan pegawai sebanyak 34.000 orang. Kunci pengembangan Voith adalah masuk ke bidang layanan industrial teknis. Dengan tetap mengendalikan DIW Deutsche Industriewartung AG asal Stuttgart, Voith pun meletakkan pondasi untuk divisi komersial baru, yakni Voith Industrial Services. Pada masa lalu, divisi tersebut telah menunjukkan pertumbuhan pesat, serta akuisisi lain juga mengikuti, termasuk terhadap The Imo-Hüther Group, US Premier Group, dan Hörmann Industrial Technologies.
Pada bulan Mei 2006, Pusat Teknologi Kertas Voith resmi dibuka di Heidenheim. Di Skotlandia, anak usaha Voith, Wavegen memperkenalkan generator berpenggerak gelombang pertama yang dapat memasok listrik untuk sistem tenaga listrik lokal.
Pada tanggal 1 Oktober 2010, Voith mengubah bentuk badan hukumnya dari Aktiengesellschaft (AG) menjadi GmbH.[2]
Pada tahun 2013, pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Xiloudu di Tiongkok mulai beroperasi. PLTA tersebut dilengkapi dengan unit turbin/generator paling bertenaga dalam sejarah Voith. Setelah diuji coba selama 72 jam, Voith menyerahkan satu dari tiga unit turbin/generator ke China Three Gorges Corporation. Dengan keluaran tenaga sebesar 784 megawatt, unit turbin/generator tersebut dapat memasok listrik lebih banyak daripada PLTA terbesar di dunia. Performa keseluruhan dari tiga unit turbin/generator tersebut akan setara dengan performa pembangkit listrik tenaga nuklir paling bertenaga di Jerman, yang terletak di Gundremmingen.[3]
Pada bulan April 2014, Voith meresmikan pembukaan Voith China Training Center, yang terletak di Kunshan (sekitar 80 km di barat daya Shanghai). Pada tahun yang sama, Voith merayakan pembukaan pusat pelatihan baru yang terletak di Heidenheim. Secara keseluruhan, Voith melatih 1.294 pemagang dan siswa.[4]
Pada tahun 2016, Voith menyelesaikan penjualan Voith Industrial Services.[5] Kemudian, Voith mendirikan sebuah divisi baru yang diberi nama Voith Digital Solutions.[6]
Pada tahun 2017, bentuk badan hukum Voith kembali diubah menjadi GmbH & Co. KGaA. Pada tahun 2017, Voith merayakan hari jadinya yang ke-150 di semua lokasi bisnisnya di seluruh dunia.[7]