Vlado Chernozemski (bahasa Bulgaria:Владо Черноземскиcode: bg is deprecated ) (19 Oktober 1897 – 9 Oktober 1934), lahir dengan nama Velichko Dimitrov Kerin (bahasa Bulgaria:Величко Димитров Керинcode: bg is deprecated ), adalah seorang pejuang berkebangsaan Bulgaria.[1] Ia dianggap sebagai pahlawan di Bulgaria saat ini[2] dan juga oleh orang Kroasia dan Bulgaria Makedonia pada masa hidupnya.[3]
Chernozemski memulai perjuangannya pada tahun 1922 ketika ia bergabung dengan Organisasi Revolusioner Internal Makedonia (IMRO). Kemudian ia menjadi pembunuh untuk organisasi tersebut. Ia membunuh dua politikus Bulgaria terkenal, yaitu Dimo Hadzhidimov yang beraliran komunis dan seorang anggota IMRO yang bernama Naum Tomalevski. Ia dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Hadzhidimov, tetapi ia berhasil lolos dari penjara. Setelah membunuh Tomalevski, ia kembali dijatuhi hukuman mati, tetapi kali ini dia dilepaskan dari penjara. Setelah dilepaskan pada tahun 1932, ia menjadi pelatih untuk organisasi Ustaše. Ia melatih tiga anggota Ustaše untuk membunuh Raja Aleksandar dari Yugoslavia, tetapi akhirnya memutuskan untuk membunuh Aleksandar dengan menggunakan sebuah pistol pada tanggal 9 Oktober 1934 di Marseille. Ia lalu dipukuli oleh polisi dan massa Prancis dan meninggal pada hari yang sama. Menteri Luar Negeri Prancis Louis Barthou juga meninggal akibat terkena peluru nyasar.[4]
Stefan Troebst,"Historical Politics and Historical “Masterpieces” in Macedonia before and after 1991Diarsipkan 2004-01-10 di Wayback Machine.", New Balkan Politics, Issue 6, 2003: "... the suicide-assassin from VMRO, Vlado Cernozemski, who, on orders from Mihajlov and his ethno-national VMRO, which was defined as Bulgarian, killed the Yugoslav king Alexander I Karadzordzevic and the French Minister of Foreign Affairs Louis Bareau in Marseilles in 1934."