Klenteng Leeng Gwan atau Leeng Gwan Bio (Kongco Bio Kuta) semula terletak di sudut Jalan Singosari, tetapi selanjutnya dipindahkan ke lokasi yang sekarang, yaitu persimpangan Jalan Blambangan dan Jalan Padri. Tiga prasasti tertua berupa empat papan syair berpasangan (tuilan) yang dimiliki Klenteng ini bertuliskan tahun 1876, 1879, dan 1880.[2]
Leeng Gwan Bio berubah nama menjadi Vihara Dharmayana semenjak tanggal 23 Februari 1980. Pada tahun tersebut, klenteng juga menambahkan bangunan khusus untuk sembahyang umat Buddhis yang disebut bangunan Dharmasala.[2][3]
Pada tanggal 7 Agustus 1982, klenteng ini menjadi salah satu tempat yang dikunjungi Tenzin Gyatso (Dalai Lama ke-14) dalam tur internasionalnya.[1][2]
Setelah Orde Reformasi, keberadaan klenteng ini menjadi lebih terbuka dan semakin banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, terutama yang berasal dari Taiwan dan Korea, untuk bersembahyang.[2]
Daftar altar
Penomoran altar (urutan sembahyang) diurutkan per ruangan.