Vietnam
Viettel memiliki pangsa pasar (diperkirakan berdasarkan pendapatan) sebesar 40,67% pada tahun 2012. Kompetitor utamanya adalah Vinaphone (dimiliki oleh VNPT) dengan pangsa pasar 30% dan MobiFone dengan 17,9%. Mereka menguasai hampir 90% pasar, dengan sisanya dikuasai oleh Vietnamobile dengan 8%, Gmobile (dulu Beeline) dengan 3,2%, dan S-Fone dengan 0,1%. Viettel melaporkan memiliki 58,9 juta pelanggan, sementara Vinaphone dan MobiFone diperkirakan memiliki 70 juta dan Gmobile serta Vietnamobile 10 juta.[7]
Viettel telah mengembangkan layanan telekomunikasi di Laos, Kamboja, Haiti, Mozambik, Peru, Tanzania, Timor-Leste, Kamerun, Burundi, dan Myanmar. Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Britania Raya, Australia, Selandia Baru, Irlandia, Singapura, dan Turki akan menjadi negara-negara berikutnya yang akan segera dijangkau layanan Viettel pada tahun 2028-2030 mendatang.