Sebagai artis utama
Selain berperan, Wood juga seorang penyanyi. Suaranya membuatnya mendapatkan berbagai gelar, termasuk "Jukebox King dan "Plaka King"[2] pada tahun 1970-an apabila kariernya berkembang pesat.
Pada tahun 1972, Wood merilis sebuah album, In Despair. Wood menjadi seorang penyanyi yang sangat populer pada era itu dan merekam banyak album untuk Vicor Records. In Despair adalah sebuah album berisi versi kover dari lagu-lagu berbahasa Inggris populer dari tahun 1950-an dan 1960-an. Lagu-lagu dalam album itu, yaitu "Good Golly Miss Molly," "Jenny Jenny," dan "Rip It Up," asalnya merupakan hits dari Little Richard pada tahun 1950-an. Album In Despair mempunyai sebuah kombinasi antara lagu-lagu kalem dan rancak, dan balada-balada kalemnya meliputi "Have a Good Time," "Hurt," "In Despair," "Return to Me," dan "Vaya Con Dios." Balada-balada dalam album In Despair sangat cocok untuk karaoke, dan sejumlah lagu di antaranya masih sering terdengar di tempat-tempat karaoke. Di antara lagu-lagu rancak dalam album ini terdapat versi dari "Be-Bop-a-Lula" oleh Gene Vincent, "Oh Pretty Woman" oleh Roy Orbison, dan "Runaway" oleh Del Shannon.
Pada tahun 1974, Wood mengeluarkan album studio kesebelasnya, Ihilak. 11 dari 12 lagu dalam album studio tersebut merupakan lagu-lagu cinta rakyat Filipina yang dinyanyikan dalam bahasa Bisayak. Lagu yang tersisa, "Gugma Ko," menggunakan melodi dari lagu, "Song Sung Blue" oleh Neil Diamond, dan mengganti lirik asli bahasa Inggris dengan lirik dalam bahasa Bisayak.
Pada tahun 1979, Wood mengkover versi bahasa Indonesia dari lagu, "Anak," asalnya dalam bahasa Tagalog oleh Freddie Aguilar, sesama penyanyi berkebangsaan Filipina.