Verkhovna Rada Ukraina ke-9 (bahasa Ukraina:Верховна Рада України IX скликанняcode: uk is deprecated , Verkhovna Rada Ukrayiny IX sklykannia) adalah susunan dewan parlemen saat ini dari Verkhovna Rada, parlemen unikameralUkraina. Susunan dewan ke-9 bersidang di Gedung Verkhovna Rada di Kyiv dan memulai sidang pertamanya pada tanggal 29 Agustus 2019, saat berakhirnya masa jabatan dari Verkhovna Rada ke-8.[3]
Komposisi Verkhovna Rada ke-9 berdasarkan pada hasil pemilihan umum legislatif pada tanggal 21 Juli 2019, yang berlangsung tiga bulan setelah putaran kedua pemilihan presiden Ukraina 2019. Kepala negara Ukraina selama masa jabatan dari parlemen adalah PresidenVolodymyr Zelensky. Sebelas partai diwakili dalam Verkhovna Rada, meskipun hanya lima partai yang melampaui 5% ambang batas parlemen untuk mendapatkan perwakilan berdasarkan sistem perwakilan proporsional.
Sekitar 80 persen anggota parlemen dari susunan saat ini merupakan anggota baru yang duduk di Verkhovna Rada; 83 anggota berhasil terpilih kembali dari susunan parlemen sebelumnya dan 13 anggota yang pernah duduk di parlemen sebelumnya dan terpilih di susunan saat ini.[4] Semua anggota parlemen dari partai terbesar dengan 254 kursi, Sluha Narodu, merupakan pendatang baru di dunia politik.[4] Sebanyak 61% dari anggota parlemen yang baru, belum pernah terlibat dalam dunia politik sebelumnya.[4]
Sebanyak 27 daerah pemilihan tidak memiliki perwakilan di Verkhovna Rada akibat berbagai krisis yang terjadi di Ukraina. Sebanyak 10 daerah pemilihan di Republik Otonomi Krimea dan dua daerah pemilihan di Kota Sevastopol tidak memiliki perwakilan akibat krisis Krimea 2014 dan aneksasi Krimea oleh Rusia, sementara sembilan daerah pemilihan lainnya di Oblast Donetsk dan enam daerah pemilihan di Oblast Luhansk juga tidak memiliki perwakilan akibat dari Perang di Donbass yang sedang berlangsung. Pemilihan umum di wilayah-wilayah tersebut hanya dapat dilakukan setelah Ukraina memperoleh kembali kontrol atas wilayah-wilayah tersebut.
3 September 2019: Kekebalan dari penuntutan bagi anggota parlemen dibatalkan; 373 suara mendukung.[6]
4 Februari 2020: Rancangan undang-undang untuk mengurangi jumlah anggota parlemen dari 450 menjadi 300 disetujui sebelum pemungutan suara terakhir untuk mengamendemen Undang-Undang Dasar; 236 suara mendukung.[7]
4 Maret 2020: Denys Shmyhal terpilih sebagai perdana menteri yang menggantikan Honcharuk dengan dukungan sebanyak 291 suara.[8]
31 Maret 2020: Rancangan undang-undang tentang pasar tanah, yang memungkinkan warga negara dan badan hukum untuk membeli tanah pertanian, disahkan dengan 259 suara mendukung.[9]
23 September 2021: Rancangan undang-undang tentang "de-oligarkisasi" disahkan dengan 279 suara mendukung.[10]
7 Oktober 2021: Anggota parlemen memilih untuk memberhentikan Dmytro Razumkov dari posisinya sebagai ketua dengan 284 suara mendukung.[11]
Pada tanggal 29 Agustus 2019, parlemen memilih Dmytro Razumkov dari Partai Sluha Narodu sebagai Ketua Verkhovna Rada.[12] Pada hari yang sama, Razumkov mengumumkan seluruh nama fraksi dan kelompok perwakilan dalam Verkhovna Rada ke-9.[13]
Pada tanggal 7 Oktober 2021, Razumkov diberhentikan dari jabatannya setelah diadakannya pemungutan suara dengan hasil sebanyak 284 suara mendukung pemberhentiannya.[11] Pemberhentian tersebut diprakarsai oleh partai yang berkuasa, Sluha Narodu, setelah Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan kekecewaannya pada Razumkov karena tidak mendukung inisiatif partai dan menyatakan bahwa "dia bukan anggota tim kami lagi".[11][14] Razumkov digantikan oleh Ruslan Stefanchuk sebagai ketua sehari setelahnya.[1]