Tufts memiliki kampus di pusat kota Boston yang menaungi sekolah kedokteran, kedokteran gigi, dan nutrisi, serta Graduate School of Biomedical Sciences, yang berafiliasi dengan beberapa pusat medis di daerah tersebut. Universitas ini juga menawarkan program gelar sarjana bersama dengan New England Conservatory, College of Europe, dan Sciences Po Paris.
Sejarah
Pada tahun 1840-an, Gereja Universalis ingin membuka sebuah perguruan tinggi di New England, dan Charles Tufts menyumbangkan 20 hektar tanah kepada gereja tersebut pada tahun 1852 untuk membantu mereka mencapai tujuan ini. Charles Tufts mewarisi tanah tersebut, sebuah bukit tandus yang merupakan salah satu titik tertinggi di wilayah Boston, yang disebut Walnut Hill, dan ketika ditanya oleh seorang anggota keluarga apa yang akan ia lakukan dengan tanah tersebut, ia berkata, "Saya akan meneranginya." Sumbangannya seluas 20 hektar (saat itu bernilai $20.000) masih menjadi pusat kampus Tufts yang kini seluas 150 hektar, membentang di Somerville dan Medford. Pada tahun 1852 pula, Persemakmuran Massachusetts mencanangkan Tufts College, dengan catatan bahwa perguruan tinggi tersebut harus mempromosikan "kebajikan dan kesalehan serta pembelajaran dalam bahasa dan seni liberal dan bermanfaat yang direkomendasikan." Selama masa jabatannya, Hosea Ballou menghabiskan satu tahun untuk bepergian dan belajar di Britania Raya. Metode pengajaran yang ia rintis didasarkan pada tutorial yang diselenggarakan di Universitas Oxford dan Universitas Edinburgh. Kini, dengan usia lebih dari 170 tahun, Tufts merupakan perguruan tinggi tertua ketiga di wilayah Boston. [11]