Umbrisol adalah salah satu dari 30 jenis tanah yang kaya akan bahan organik, klasifikasi ini adalah sistem klasifikasi menurut Food and Agriculture Organization (FAO). Jenis tanah ini mengandung kejenuhan basa yang rendah. Lapisan dari jenis tanah umbrisol memiliki banyak humus, tetapi tidak ada kalsium di dalamnya. Hal ini terjadi karena curah hujan yang tinggi menyebabkan pengikisan yang ekstensif dan kondisi tanah menjadi asam.[1] Dari total luas daratan kontinental di Bumi, jenis tanah Umbrisol menempati 0,8 persennya. Pengelompokkan tanah yang terbentuk, berada di bawah vegetasi hutan jenis konifera. Contoh dari jenis tanah ini dapat ditemukan di hutan Chernozems, Kastanozems, dan Phaeozems dalam menunjukkan lapisan permukaan yang kaya humus.[2]
Susunan horison tanah terdiri atas AC atau A(B)C. Tanah Umbrisol mempunyai ketebalan kurang dari 50cm. Pada horison atas terdapat umbrik dan karena tingkat perkembangan tanah baru dimulai maka hanya terdapat horison kambik atau albik.[2] Tanah Umbrisol mempunyai horison A molik dan di bawahnya langsung batu kapur berkadar CaCO3 >40% (Jika horison A mengandung pecahan CaCO3 halus yang banyak, maka warna horison A molik dapat menyimpang).[3]
123Fiantis, Dian. Morfologi dan Klasifikasi Tanah(PDF). Padang: Lembaga Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi. hlm.256–257. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
↑Subardja, D., S. Ritung, M. Anda, Sukarman, E. Suryani, dan R.E. Subandiono., author (2014). Petunjuk Teknis Klasifikasi Tanah Nasional(PDF). Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. hlm.23. ISBN9786028977852.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Bacaan lebih lanjut
IUSS Working Group WRB: World Reference Base for Soil Resources, fourth edition. International Union of Soil Sciences, Vienna 2022, ISBN 979-8-9862451-1-9. ().
W. Zech, P. Schad, G. Hintermaier-Erhard: Soils of the World. Springer, Berlin 2022, Chapter 4.3.3. ISBN978-3-540-30460-9