Aktivisme mahasiswa, kritik sosial-politik, pengajar sosiologi politik
Ubedilah Badrun (lahir 15 Maret 1972) adalah seorang dosen, aktivis, dan pengamat politik Indonesia. Ia merupakan akademisi di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) serta dikenal sebagai analis sosial-politik yang aktif menyuarakan kritik terhadap isu-isu sosial dan pemerintahan di Indonesia.
Ubedilah mulai dikenal sejak era 1990-an sebagai aktivis mahasiswa. Ia merupakan salah satu pendiri Forum Komunikasi Senat Mahasiswa se-Jakarta (FKSMJ) pada 1996, sebuah jaringan organisasi mahasiswa yang turut berperan dalam gerakan mahasiswa menjelang Reformasi 1998.[1]
Sebagai akademisi, Ubedilah menjadi dosen tetap di Program Studi Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Jakarta. Bidang pengajaran dan penelitian yang digelutinya meliputi sosiologi politik, gerakan sosial, serta sistem politik Indonesia.[2]
Pemikiran dan penelitian
Sebagai pengajar dan peneliti, Ubedilah aktif dalam kajian sosiologi politik dan gerakan sosial. Ia pernah menulis sejumlah artikel ilmiah, termasuk:
“Social Movement Based on Religiosity as a New Model of Social Movements in Jakarta (The 212 Social Movement in Jakarta 2016)”.
“Radikalisasi Gerakan Mahasiswa: Studi Kasus HMI MPO” (2006).[3]
Selain tulisan akademik, Ubedilah juga menulis beberapa buku populer, di antaranya:
Menjadi Aktivis Kampus Jaman Now – Jakarta: Bumi Aksara.
Sistem Politik Indonesia: Kritik dan Solusi Sistem Politik Efektif (2016) – Jakarta: Bumi Aksara.
Ia juga beberapa kali mengkritik kebijakan politik nasional, termasuk soal netralitas birokrasi dan dinasti politik di Indonesia. Pandangannya sering dikutip dalam diskusi publik, media televisi, dan kolom opini.
Kontroversi
Pada Januari 2025, Ubedilah diberhentikan dari jabatannya sebagai Koordinator Program Studi Sosiologi UNJ sebelum masa jabatannya berakhir. Sejumlah media mengaitkan pencopotan tersebut dengan sikap kritisnya terhadap pemerintah, meskipun pihak kampus tidak menjelaskan alasan spesifik atas kebijakan tersebut.[5]