Ubaidullah bin Ali bin Abi Thalib (bahasa Arab:عبيد الله بن علي بن أبي طالبcode: ar is deprecated ) adalah seorang prajurit Arab pada masa Kekhalifahan Zubairiyah. Ia digambarkan sebagai seorang yang pemberani.[1] Ubaidullah merupakan putra dari Ali bin Abi Thalib dan Laila binti Mas'ud yang berasal dari Bani Tamim.[2][3] Ia memiliki saudara kandung yang bernama Abu Bakar bin Ali.[3]
Ubaidullah bin Ali termasuk di antara orang-orang pertama yang berbaiat kepada Abdullah bin az-Zubair ketika menjadi khalifah.[4] Ia kemudian pergi dari Hijaz ke Kufah dan al-Mukhtar ats-Tsaqafi memenjarakannya lalu membebaskannya. Ubaidullah kemudian pergi ke Bashrah, tempat di mana Mush'ab bin az-Zubair, adik Abdullah bin az-Zubair, menjadi gubernur dan memuliakannya. Beberapa orang dari Bani Tamim kemudian mendatanginya dan menawarkan Ubaidullah untuk dibaiat sebagai khalifah sementara dia sendiri tidak menginginkannya. Ubaidullah kemudian meminta kepada mereka untuk tidak terburu-buru. Ketika Mush'ab mendengar sikap sebagian orang dari Bani Tamim tersebut, ia memanggil Ubaidullah untuk menanyakan maksud mereka. Ubaidullah lalu bersumpah bahwa ia tidak menginginkannya dan Mush'ab menerima pengakuannya. Ubaidullah kemudian turut serta bersama pasukan Mush'ab dalam Pertempuran al-Madzar melawan al-Mukhtar ats-Tsaqafi dan bertempur hingga ia terbunuh.[5] Ia terbunuh pada tahun 686.[1] Al-Madzar adalah kota yang terletak di antara Wasith dan Bashrah.[6]
12Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi. Biografi Ali bin Abi Thalib. Pustaka Al-Kautsar. hlm.29–30. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-03. Diakses tanggal 2022-03-03.
↑(Arab)Dr. Abdel Salam al-Termanini, "Peristiwa sejarah Islam dalam urutan tahun (أحداث التاريخ الإسلامي بترتيب السنين): Bagian Pertama dari tahun 1 H sampai tahun 250 H", jilid pertama (dari tahun 1 H sampai tahun 131 H), Dar Thalas, Damaskus.