Tyburn adalah sebuah manor (tanah milik bangsawan) di London, Middlesex, Inggris, yang dilayani oleh paroki Marylebone. Tyburn diambil namanya dari Tyburn Brook, anak Sungai Westbourne.[a]
Wilayah Tyburn berbatasan dengan jalan-jalan Romawi di sebelah barat (yang kini menjadi Jalan Edgware) dan di sebelah selatan (Jalan Oxford modern). Persimpangan antara Tyburn Road (sekarang Oxford Street) dan Tyburn Lane (sekarang Park Lane) adalah lokasi berdirinya Tiang Gantungan Tyburn atau "Pohon Tyburn", yang merupakan tempat utama eksekusi hukuman mati setidaknya sejak abad ke-12 hingga abad ke-18. Sekarang sebuah penanda dari batu di dekat Marble Arch menandai lokasi bersejarah tersebut.[1]
Selama berabad-abad, nama Tyburn diasosiasikan dengan hukuman mati karena di tempat inilah dilangsungkan eksekusi bagi para penjahat dan pengkhianat di London dan Middlesex. Pada abad ke-18, tempat ini dikenal sebagai "Pengadilan Tuhan". Eksekusi hukuman gantung sering kali dibarengi dengan prosesi pengantaran terpidana hukuman mati dari Penjara Newgate di Kota London. Di akhir abad ke-18, hukuman gantung dipindah ke Newgate.[2]
Sejarah
Tyburn awalnya adalah pemukiman dan perkebunan yang lokasinya berdekatan dengan Marble Arch saat ini dan Tyburn Brook, anak sungai dari Sungai Westbourne. Nama Tyburn berasal dari kata 'Teo Bourne', yang berarti 'sungai perbatasan' karena lokasinya yang berada di perbatasan jalan-jalan Romawi.
Tyburn menjadi lokasi tiang gantungan utama bagi wilayah London dan Middlesex kemungkinan sejak tahun 1108, meski eksekusi yang pertama kali tercatat terjadi pada 1196.[4] Setidaknya sejak Abad Pertengahan hingga abad ke-19 di London, eksekusi hukuman merupakan salah satu hiburan bagi masyarakat umum. Pelaku kriminal kecil umumnya dipasung atau dicambuk di depan publik, sementara kriminal yang mendapat hukuman mati akan dieksekusi. Eksekusi ini mendapat perhatian besar dari publik, dengan perkiraan sekitar puluhan hingga ratusan ribu orang menghadiri eksekusi di Tyburn, sehingga hari eksekusi menjadi hari libur tak resmi. Ketika Jack Sheppard—salah satu perampok terkenal pada abad ke-18—dieksekusi diperkirakan 200 ratus ribu orang hadir. Sementara Samuel Pepys mencatat ketika ia menghadiri eksekusi Kolonel James Turner pada 21 Januari 1664 setidaknya ada 12 hingga 14 ribu orang yang hadir.[4]
Audiens turut menyaksikan prosesi pengiriman narapidana dari Penjara Newgate ke Tyburn yang memakan waktu sekitar dua jam dengan teriakan atau erangan seakan melihat pertunjukan pantomim atau aksi teatrikal. Sebelum tahun 1752, teman atau kerabat narapidana biasanya akan berupaya melawan petugas untuk menyelamatkan jasad terpidana hukuman mati dari dokter bedah yang akan mengautopsi.[2] Eksekusi publik dianggap menjadi salah satu cara untuk mengurangi tindak kejahatan. Kenyataannya, eksekusi publik malah dipenuhi copet yang diuntungkan oleh banyaknya penonton.[3]
Berdasarkan statistik, antara tahun 1750 hingga 1800 rata-rata 35 narapidana digantung per tahun di London dan Middlesex. Pada dekade 1780-an, ada 100 narapidana yang digantung per tahun. Setidaknya ada 12 hari eksekusi per tahun, sehingga warga dapat menyaksikan banyak narapidana yang digantung dalam satu hari. Namun, pada awal abad ke-19, pemerintah mulai takut akan konsekuensi hukuman gantung sebagai hiburan masyarakat, sehingga hukuman mati, dipasung, dan dicambuk menjadi semakin jarang dan lama-lama dihentikan pada paruh kedua abad ke-19.[2]
Tiang gantungan Tyburn bertahan hingga 1759 sebelum digantikan dengan tiang gantungan yang bisa dipindah. Tempat eksekusi resmi dipindah ke Penjara Newgate, yang membuat banyak warga London kecewa karena tak dapat menyaksikan lagi eksekusi publik.[4]
Catatan
↑Anak Sungai Tyburn berbeda dengan Sungai Tyburn yang lebih besar, yang merupakan anak sungai dari Sungai Thames di sebelah timur Westbourne.