Pinus merkusii, yang dikenal juga dengan nama umumtusam[2] atau pinus sumatra, adalah spesies pinus asli kawasan Malesia di Asia Tenggara. Spesies ini merupakan satu-satunya anggota genus Pinus yang memiliki sebaran alami hingga ke selatan garis khatulistiwa.[3]
Deskripsi
Pinus merkusii adalah pohon berukuran sedang hingga besar, yang dapat mencapai ketinggian 25–45 meter (82–148 kaki) dengan diameter batang mencapai 1m (3ft 3in). Pepagannya berwarna jingga kemerahan, tebal dan memiliki retakan yang dalam pada bagian pangkal batang, serta menipis dan bersisik pada bagian tajuk atas. Daunnya (berbentuk jarum) tumbuh berpasangan, sangat ramping, dengan panjang 15–20 sentimeter (6–8 inci) dan ketebalan kurang dari 1 milimeter (1⁄32in), serta berwarna hijau hingga hijau kekuningan.
Runjungnya berbentuk kerucut sempit, memiliki panjang 5–8cm (2–3+1⁄4in) dan lebar 2cm (3⁄4in) pada bagian pangkal saat tertutup. Runjung ini awalnya berwarna hijau, kemudian matang menjadi merah kecokelatan yang mengilap. Runjung tersebut membuka hingga lebar 4–5cm saat matang untuk melepaskan biji-bijinya. Bijinya memiliki panjang 5–6mm (3⁄16–1⁄4in) dengan sayap sepanjang 15–20mm (1⁄2–3⁄4in), dan dipencarkan oleh angin.
Cabang dengan runjung
Spesies kerabat
Pinus merkusii berkerabat dekat dengan pinus tenasserim (P.latteri), yang tumbuh lebih jauh di utara Asia Tenggara mulai dari Myanmar hingga Vietnam; beberapa ahli botani menganggap keduanya sebagai spesies yang sama atau konspesifik (di bawah nama P.merkusii, yang dideskripsikan lebih dahulu), namun P.latteri berbeda karena memiliki daun yang lebih panjang (18–27cm or 7–10+1⁄2in) dan lebih kekar (tebal lebih dari 1mm) serta runjung yang lebih besar dengan sisik yang lebih tebal; runjung tersebut sering kali tetap tertutup untuk beberapa waktu setelah matang. Spesies ini juga berkerabat dengan kelompok pinus Mediterania termasuk pinus Aleppo dan pinus Turki, yang berbagi banyak ciri fisik dengannya.
Populasi di Sumatra bagian tengah, antara 1° 40' dan 2° 06' Lintang Selatan, merupakan satu-satunya keberadaan alami anggota suku Pinaceae di selatan Khatulistiwa. Pohon ini umumnya tumbuh pada ketinggian sedang, sebagian besar antara 400–1.500m (1.300–4.900ft), namun kadang kala ditemukan pada ketinggian serendah 90m (300ft) dan hingga mencapai 2.000m (6.600ft).[5]