Karena ayahnya melanggar janji pernikahan, ayahnya dikutuk oleh mertuanya, yaitu Mahaguru Sukra. Setelah ayahnya menerima kutukan untuk menjadi tua lebih cepat, kakaknya (Sang Yadu) dipanggil untuk mewarisi kutukan tersebut, tetapi kakaknya menolak. Kemudian Turwasu dipanggil setelah kakaknya menolak. Sama seperti Yadu, Turwasu juga menolak.
Akhirnya, ia bersama saudaranya yang lain (Yadu, Druhyu, Anu) tidak berhak mewarisi kerajaan. Hanya Puru (anak bungsu Yayati) yang bersedia mewarisi kutukan ayahnya. Kakaknya yang bernama Yadu, menurunkan wangsa Yadawa. Tuwasu menurunkan wangsa yang disebut Yawana. Kedua wangsa tersebut tidak mewarisi kerajaan ayah mereka, tetapi mendirikan kerajaan sendiri.