Turkmen Irak adalah keturunan dari pendatang-pendatang Turk yang telah bermigrasi ke Mesopotamia. Gelombang paling pertama berasal dari abad ke-7, yang kemudian diikuti oleh migrasi pada masa Kesultanan Seljuk (1037–1194) karena orang-orang Turk Oghuz melarikan diri dari serangan Mongol ke Dinasti Khwarazmia. Migrasi terbesar terjadi pada masa Kesultanan Utsmaniyah.[12] Setelah Suleiman yang Agung menaklukan Irak pada tahun 1534 dan setelah Sultan Murad IV merebut Baghdad pada tahun 1638, banyak orang Turk yang datang dan menetap ke wilayah Irak.[13][6] Maka dari itu, sebagian besar orang Turkmen Irak modern merupakan keturunan tentara, pedagang, dan pegawai negeri Utsmaniyah yang datang ke Irak pada masa Utsmaniyah.[14][15][6][12]
Setelah didirikannya Republik Turki pada tahun 1923, orang-orang Turkmen Irak ingin agar Turki mengambilalih Vilayet Mosul agar mereka dapat menjadi bagian dari negara Turki.[16][17] Namun, akibat jatuhnya Kesultanan Utsmaniyah, Turkmen Irak didiskriminasi oleh rezim yang berkuasa, terutama oleh rezim Partai Baath.[16]
Jumlah orang Turkmen Irak diperkirakan bervariasi antara 500.000 hingga 3 juta. Walaupun tidak pasti, Turkmen Irak dianggap ebagai kelompok etnis terbesar ketiga di Irak.[1][18][19][20] Menurut sensus tahun 1957, yang merupakan sensus yang diakui sebagai sensus terakhir yang dapat dipercaya karena sensus-sensus berikutnya melambangkan kebijakan arabisasi rezim Baath,[21]Arab merupakan etnis terbesar yang kemudian diikuti oleh orang-orang Kurdi (21%) dan Turkmen Irak (5%).[22]
↑İrak Türkmen Türkçesi, sayfa 329. // İrak Türkmen Türkçesi. Ataturk Kültür, Dil ve Tarih Yuksek Kurumu, Türk Dil Kurumu yayınları: 664. Hazırlayan: Prof. Dr. Hidayet Kemal Bayatlı. Ankara: Bizim Büro Basımevi, 1996, XX+410 sayfa. ISBN 9789751608338Templat:Pull quote
↑Hendrik Boeschoten. 1998. "The Speakers of Turkic Languages," The Turkic Languages, ed. Lars Johanson & Éva Ágnes Csató (Routledge), pp. 1-15, see pg. 5