Desa Tumiyang (hanacaraka ꦢꦺꦱꦠꦸꦩꦶꦪꦁ)
adalah sebuah desa yang termasuk di wilayah administratif kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah.Secara geografis Tumiyang berada di sisi selatan Gunung Slamet,Posisi Desa Tumiyang terletak pada koordinat 7 ̊21’48”S 109 ̊05’46”E dan berada di 400-600 MDPL.
Dengan kontur wilayah perbukitan dan ngarai menjadikan desa ini berhawa sejuk.Jalan desa Tumiyang menjadi jalur alternatif dari arah Bumiayu menuju Purwokerto.Selain itu juga dilewati lintasan kereta api double track yang menghubungkan Cirebon-Purwokerto.
Desa in Jawa Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Desa in Jawa Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Tim Sepakbola Tumiyang yaitu PS Taruna yang memiliki homebase di Lapangan Desa Waras Madya
Dengan tujuan untuk menjaring bakat-bakat pemain potensial,Karang Taruna desa Tumiyang aktif menyelenggarakan kompetisi internal sepakbola yang diikuti oleh klub-klub lokal.
Transportasi
Akses transportasi ke desa Tumiyang terbagi menjadi 2 trayek
Khusus warga Grumbul Cilongok Tengah dan Cilongok Wetan yang secara Geografis lebih dekat dengan Desa Karang Tengah,untuk akses transportasi lebih memilih Koperades nomor Trayek XVC.
Ternak Sapi Perah, Kelompok Sapi Lestari I, Lestari II, Andini Lestari
menghasilkan susu dengan Produksi 640 Liter / hari hasil produksi
dijual ke Koperasi "PESAT" Desa Karangkemiri, Kecamatan
Karanglewas melalu TPK Desa Tumiyang (NCC Tumiyang)
Nama Desa Tumiyang telah ada sejak jaman penjajahan sampai sekarang tidak ada perubahan.
Sejak jaman setelah merdeka Desa Tumiyang dipimpin oleh seorang lurah yaitu Bapak Dipo Sukarto yang menjabat sampai dengan tahun 60 an.
Setelah itu digantikan oleh Bapak Kartameja sampai dengan tahun 80 an.
Sejak Th 1989 sampai dengan 1998 dijabat oleh Bapak Sukir.
Setelah itu digantikan oleh Bapak Sumarno pada Th 1999 s/d 2007.
Selanjutnya sejak Th 2007 sampai dengan 2013 Kepala Desa dijabat oleh Ibu Driyanti.
Tahun 2013 sampai dengan 2019 Kepala Desa dijabat oleh Bapak Sugeng.
Tahun 2019 Bapak Sumarno kembali dipercaya memimpin desa Tumiyang untuk kedua kalinya.
Walaupun Desa Tumiyang terletak di lereng perbukitan dan berbatasan dengan hutan, namun masyarakat desa Tumiyang antusias dalam membangun desanya sehingga pada Tahun 1986 menjadi Juara II tingkat Nasional.