Tugu Klino merupakan sebuah tugu atau landmark yang ada di desa Klino Bojonegoro, tugu tersebut memiliki bentuk menyerupai Monumen Nasional (Monas) di Jakarta, dengan tinggi 15 meter tugu tersebut menjadi ikon utama di desa Klino, tugu tersebut juga menjadi (tugu perbatasan) karena desa Klino merupakan desa perbatasan sekaligus desa paling ujung bagian selatan Bojonegoro dan berbatasan langsung dengan kabupaten Madiun[1],
Sejarah
Tugu Klino dibangun pada tahun 1971 oleh kepala desa Klino saat itu yang dijabat oleh Sastro Prawiryo, dahulu desa Klino mengikuti lomba antar desa yang diadakan oleh provinsi yaitu membangun sebuah landmark, Sastro Prawiryo teringat Monas yang ada di Jakarta sehingga beliau meninjau langsung ke Jakarta untuk melihat detail Monas yang ada di Jakarta, ketika pulang dari Jakarta beliau langsung membangun tugu tersebut di tengah perempatan desa Klino dan menjadikannya sebagai pusat desa. Hingga kini tugu tersebut menjadi ikon utama desa Klino dan menajdi penanda bagi setiap pengunjung bahwa ketika melihat tugu tersebut ia sudah berada di perbatasan antara Bojonegoro dan Madiun
Detail
Tugu Klino memiliki tinggi 15 meter menjulang keatas, pondasi bawah memiliki bentuk seperti bintang, lalu dipuncak tugu tersebut ada sebuah kepala burung Garuda yang mendongak keatas dan dahulunya tugu tersebut memiliki kolam di sekitarnya yang berisi ikan dan dikelola oleh masyarakat sekitar, namun sekarang sudah direnovasi oleh kepala desa yang baru, dan menjadi sebuah taman yang memiliki empat kursi duduk, dan ada dua replika tanaman Porang dan buah Durian, yang menunjukkan bahwa komoditas utama desa Klino adalah tanaman Porang dan buah Durian
Referensi
↑Febrianto, Bachtiar (2018-03-19). "Monas-nya Klino, Ada Sejak 1970-an". radarbojonegoro.jawapos.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2026-06-27.