Tugu Kartonyono adalah sebuah tugu yang merupakan ikon Kota Ngawi yang letaknya berada tepat di tengah persimpangan jalan dengan nama yang sama dengan tugu ini. Tugu ini sekaligus menjadi penanda jantung kota karena letaknya berada di pusat kota.[2]
Bentuk Tugu ini menyerupai sebuah gading gajah purba yang kemudian diberi warna emas. Tugu Kartonyono dibangun pada tahun 1983 yang dulunya daerah ini merupakan simpang tiga sebelum jalan baru yakni Jalan Basuki Rahmat dibuat.[3][4]
Sejarah
Tugu Gading Kartonyono malam hari
Nama Kartonyono sendiri diambil dari nama salah satu lurah Margomulyo yang namanya terkenal dari kediamannya di timur tugu ini sebelum jalan baru bernama Jalan Basuki Rahmat dibangun. Kediaman lurah tersebut digusur karena pembangunan jalan protokol Ngawi yang menghubungkan koridor barat dengan timur, selatan dengan utara kota. Salah satu jembatan penghubung jalan baru ini dinamakan jembatan dungus baru menggantikan jembatan dungus lama yang terletak di timur alun-alun Ngawi sehingga mobilitas dapat menjadi lancar.[5]
Seiring berjalannya waktu Tugu ini menjadi daya tarik tersendiri karena bentuknya masih mempertahankan kepurbakalaan yang menggunakan ikon gading gajah purba sebagai ikon utama dari tugu ini.[6][7]