Transgresi lautPeta trangresi dan regresi di pesisir Belgia
Transgresi laut adalah sebuah peristiwa geologis ketika permukaan laut meninggi relatid terhadap daratan sementara pesisirnya bergerak ke arah daratan yang lebih tinggi, sehingga menyebabkan banjir.[1] Transgresi dapat disebabkan oleh tenggelamnya daratan atau dengan cekungan samudra yang terisi oleh air atau berkurang kapasitasnya. Transgresi dan regresi dapat disebabkan oleh peristiwa tektonik seperti orogeni, perubahan iklim ekstrem seperti zaman es atau penyesuaian isostatis setelah hilangnya beban es atau sedimen.
Selama periode Kapur, pemekaran lantai samudra menghasilkan sebuah cekungan Atlantik yang relatif dangkal pada cekungan Pasifik yang lebih dalam. Hal itu mengurangi kapasitas cekungan samudra dunia dan menyebabkan peningkatan ketinggian permukaan air laut secara global. Peningkatan ketinggian permukaan laut ini menyebabkan samudra tertransgresi sepenuhnya di sepanjang bagian tengah Amerika Utara, membentuk Lajur Laut Interior Barat dari Teluk Meksiko hingga Samudra Arktik.
Kebalikan dari trangresi adalah regresi, yaitu ketika ketinggian permukaan laut menurun relatif terhadap dataran, sehingga menyingkap dataran baru yang sebelumnya adalah dasar laut. Selama Zaman EsPleistosen, sejumlah besar air dari samudra tersimpan di daratan dalam bentuk gletser sepanjang tahun, sehingga samudra terregresi sebanyak 120 m, menyingkapi Jembatan darat Bering di antara Alaska dan Asia.
Referensi
↑Monroe, James Stewart, and Reed Wicander. Physical Geology: Exploring the Earth. Fifth edition; Thomson Brooks/Cole, 2005; p. 162.