Trans Manado merupakan layanan bus raya terpadu (BRT) dengan konsep pembelian layanan atau Buy The Service (BTS) yang beroperasi di Kota Manado. Layanan ini diresmikan pada tanggal 19 November 2025 oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw. Bus ini melayani 2 koridor utama, yaitu Terminal Malalayang - Terminal Kalimas, dan Terminal Kalimas - Bandara Sam Ratulangi.
Sejarah
Pada tanggal 19 November 2025, Kementerian Perhubungan bersama dengan Pemerintah Kota Manado resmi meluncurkan layanan BTS atau Teman Bus yang bernama Trans Manado.[1] Peluncuran BTS ini digelar di Mall Pelayanan Publik (MPP) Kota Manado dan menjadi penanda dimulainya era transportasi publik modern pertama di Kota Manado.[1] Peluncuran ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Manado, Andrei Angouw bersama dengan jajaran Kementerian Perhubungan serta disaksikan oleh para pemangku terkait.[1] Operasional bus ini baru dimulai pada tanggal 28 November 2025 dengan uji coba gratis selama tiga bulan.[2][3]
Pada saat peluncuran, Trans Manado melayani 2 koridor, yaitu Terminal Malalayang - Terminal Kalimas, dan Terminal Kalimas - Bandara Sam Ratulangi dengan 16 armada dipersiapkan untuk melayani masyarakat Kota Manado.[4]
Koridor dan Armada
Trans Manado saat ini beroperasi di 2 koridor, yaitu Terminal Malalayang - Terminal Kalimas, dan Terminal Kalimas - Bandara Sam Ratulangi.[4]
Kode
Koridor
Rute
Waktu Selang (menit)
Panjang Rute (km)
Jumlah Armada
K1
Terminal Malalayang - Terminal Kalimas
15
18.5
(8.5 untuk Malalayang-Kalimas dan 10 untuk Kalimas-Malalayang)
(16.4 untuk Kalimas-Bandara dan 15 untuk Bandara-Kalimas)
9
Trans Manado saat ini memiliki 16 unit armada yang beroperasi, dengan 2 unit sebagai cadangan.[2] 5 unit beroperasi di koridor K1 dan 9 unit beroperasi di koridor K2. Kode dari bus ini adalah TM 1 (atau TM I di aplikasi) untuk koridor K1, TM 2 (atau TM II di aplikasi) untuk koridor K2, dan CAD untuk armada cadangan. TM 1-04 (TM I 04) dan TM 2-04 (TM II 04) menyediakan fasilitas yang memudahkan untuk pengguna kursi roda untuk masuk ke dalam armada.
Tarif
Untuk saat ini, operasional Trans Manado diberikan uji coba gratis selama tiga bulan.[2] Pada awalnya tidak memerlukan Kartu Uang Elektronik, namun setelah adanya unjuk rasa dari sopir mikro, maka diwajibkan menggunakan Kartu Uang Elektronik. Setelah uji coba gratis, akan dikenakan tarif sebesar Rp. 5400 per orang[5] berdasarkan sumber dari Instagram Dishub Manado, namun ada sumber lain juga mengatakan bahwa tarif yang dikenakan sebesar Rp. 4500 per orang[4].