Sekilas
Platform ini diperkenalkan pada Juni 2019 melalui perkenalan Daihatsu Tanto generasi ke-4. Sebelumnya, Mira e:S generasi kedua dan Mira Tocot yang dirilis pada 2017 dikategorikan sebagai kendaraan DNGA. Namun pada 2019, Daihatsu merevisi definisi dari DNGA, dimana kedua model tersebut tidak disebut kendaraan DNGA, tapi memakai platform transisional yang menjadi basis dari platform DNGA sebelum diubah lebih lanjut.
Menurut Daihatsu, DNGA dikembangkan dengan mempertimbangkan elektrifikasi, konektivitas dan sistem kemudi semi-otonom, yang olehnya disebut "CASE" (Connected, Automated Driving, Sharing and Electrification).
Kebanyakan komponen telah dikembangkan ulang untuk platform DNGA dan semua komponen seperti suspensi dan titik tanamnnya, bagian bawah bodi, mesin, transmisi dan posisi duduk telah disesuaikan untuk peletakan komponen yang optimal dan terstandar, sehingga akan menghasilkan performa dan kualitas yang sepadan dengan biayanya. Struktur dari komponen sasis pun dibuat lebih efisien dan jumlah komponen telah direduksi untuk mereduksi berat.
Platform tersebut memungkinkan tingkat pembagian komponen hingga lebih dari 75% (untuk model kei car) dan 80% (untuk model di segmen A dan B). Ini memungkinkan pengembangan model baru hingga 1.5 kali lebih cepat sebelum perkenalannya. Karena pabrik manufakturnya mampu memanfaatkan bagian perakitannya saat ini untuk model DNGA, maka invenstasi modal untuk perkenalan suatu produk baru pun juga dapat direduksi sebanyak 30%. Dengan penggunaan penuh DNGA, jumlah platform yang diproduksi oleh Daihatsu pun daat direduksi dari 7 tipe menjadi 4 tipe.
Meskipun memiliki kemiripan nama dengan TNGA-nya Toyota, tidak ada penyebutan mengenai kemiripannya dengan TNGA dalam literatur dan publikasi Daihatsu. Para eksekutif dari Daihatsu mengatakan bahwa perusahaannya tidak mengejar kemiripan yang signifikan dengan platformnya Toyota.