Karier kepelatihan
Demi mewujudkan mimpinya sebagai seorang pelatih sepak bola, Miura berangkat ke Jerman pada tahun 1991 untuk mempelajari teknik-teknik kepelatihan. Dia mempelajari teori kepelatihan di German Sport University Cologne selama lima setengah tahun dan memperoleh lisensi kepelatihan kelas A Jerman yang setara dengan lisensi kelas A Jepang. Selama masa tersebut, dia juga mempelajari bahasa Jerman.
Sesaat setelah kembali ke Jepang, Miura mengikuti ujian lisensi kelas S sambil bekerja sebagai penerjemah pada tahun 1996, dan berhasil memperoleh lisensi tersebut. Pada tahun berikutnya, 1997, dia ditunjuk sebagai pelatih oleh Brummell Sendai (kini dikenal sebagai Vegalta Sendai), tetapi hanya bertugas di ajang Piala Kaisar.
Pada tahun 1998, Miura untuk pertama kalinya menangani sebuah tim sebagai pelatih penuh musim, yaitu Mito Hollyhock.
Pada tahun 1999, Miura menjadi asisten pelatih Omiya Ardija, di mana dia mempelajari sepak bola penguasaan bola ala Belanda di bawah arahan pelatih Pim Verbeek. Pada tahun 2000, dia diangkat sebagai pelatih kepala Omiya Ardija. Namun, dia meninggalkan jabatannya pada akhir musim 2001 setelah gagal membawa tim promosi ke J1 League.
Pada tahun 2004, Miura kembali ditunjuk sebagai pelatih Omiya Ardija untuk menggantikan Eijun Kiyokumo. Dia berhasil membawa tim promosi ke J1 League setelah finis di peringkat kedua. Pada musim 2005, yang merupakan musim pertamanya sebagai pelatih di divisi teratas, tim asuhan Miura mencatatkan hasil yang relatif seimbang pada paruh pertama musim. Mereka sempat terjerumus ke zona degradasi, tetapi berhasil bangkit dan pada akhirnya mampu bertahan di J1 League. Tim juga kembali berhasil bertahan di liga pada musim 2006, dan pada akhir musim tersebut Miura mengundurkan diri dari jabatannya sebagai pelatih.
Pada 5 Januari 2007, Miura ditunjuk sebagai pelatih Consadole Sapporo sebagai pengganti Masaaki Yanagishita yang mengundurkan diri.[1] Pada musim pertamanya, dia membawa tim menjuarai J2 League dan mewujudkan kembalinya Consadole Sapporo ke J1 League setelah penantian panjang.[2]
Namun, pada musim 2008, akibat performa buruk sejak awal kompetisi, Sapporo akhirnya terdegradasi. Miura kemudian mengundurkan diri sebagai pelatih untuk bertanggung jawab atas degradasi tim, meskipun klub sebenarnya telah memintanya untuk tetap melanjutkan jabatan pada musim 2009.[3]
Miura diangkat sebagai pelatih Vissel Kobe pada 5 Agustus 2009, menggantikan Masahiro Wada yang beralih peran menjadi asisten pelatih.[4] Meskipun tim tampil cukup baik pada awal masa kepelatihannya, performa kemudian menurun menjelang akhir musim. Namun demikian, tim tetap berhasil bertahan dan terhindar dari degradasi.
Miura tetap menangani Vissel Kobe pada musim 2010. Akan tetapi, musim tersebut diwarnai performa dan hasil yang buruk sejak awal kompetisi, yang menyebabkan tim terus terpuruk di zona degradasi. Akibatnya, dia akhirnya diberhentikan pada 12 September 2010.[5]
Pada 13 Desember 2010, Miura ditunjuk sebagai pelatih klub yang baru promosi ke J1 League, Ventforet Kofu.[6] Namun, dia dipecat setelah kekalahan 0–2 dari Sanfrecce Hiroshima pada 6 Agustus 2011, setelah hanya meraih empat kemenangan dalam 20 pertandingan dan terpuruk di peringkat ke-16 zona degradasi.[7]
Pada 8 Mei 2014, Miura diangkat sebagai pelatih kepala tim nasional Vietnam. Dia menandatangani kontrak dua tahun dan juga bertanggung jawab atas tim nasional U-23 Vietnam, yang menargetkan lolos ke Olimpiade Musim Panas 2016.[8]
Turnamen resmi pertamanya bersama tim senior adalah Kejuaraan AFF 2014, di mana dia membawa tim mencapai babak semifinal sebelum dikalahkan oleh Malaysia.[9]
Pada 31 Maret 2015, Miura menjadi pelatih pertama tim nasional Vietnam U-23 yang berhasil lolos ke Kejuaraan U-23 AFC 2016 sebagai salah satu dari tiga tim peringkat kedua terbaik dari lima grup kualifikasi.[10] Meski meraih kesuksesan awal tersebut, setahun kemudian mulai terlihat keterbatasannya setelah sejumlah hasil mengecewakan, seperti melawan Thailand pada kualifikasi Piala Dunia FIFA 2018, serta melawan Australia U-23 dan Yordania U-23 pada Kejuaraan U-23 AFC. Miura kemudian mendapat kritik dari para pelatih lokal karena dianggap terlalu konservatif dan dinilai selalu meminta para pemainnya bermain keras, bahkan melawan negara-negara dengan postur dan kekuatan fisik yang lebih unggul. Gaya sepak bolanya pun dinilai kurang sesuai bagi pemain Vietnam yang bertubuh relatif kecil. Dia akhirnya diberhentikan pada 28 Januari 2016.[11]
Pada 5 Januari 2018, Miura ditunjuk sebagai pelatih oleh Hồ Chí Minh City FC.[12] Namun, dia dilepas dari kontraknya setelah satu tahun karena gagal mencapai target finis tiga besar.[13]
Pada 18 September 2021, Miura ditunjuk sebagai direktur teknik FC Gifu.[14] Pada 7 Desember 2021, dia kemudian diangkat sebagai pelatih kepala FC Gifu,[15] tetapi diberhentikan pada 6 Mei tahun berikutnya akibat performa yang buruk.[16]
Pada Maret 2023, Miura diangkat sebagai pelatih kepala tim nasional Thailand U-20.[17] Penunjukan ini merupakan bagian dari proyek bersama dengan klub divisi utama Thailand, Buriram United. Asosiasi Sepak Bola Thailand meluncurkan program “New Era Plan” yang bertujuan meningkatkan level tim nasional Thailand U-20 agar masuk delapan besar Asia dalam tiga tahun ke depan. Namun, pada Oktober 2023, Miura mengumumkan pengunduran dirinya dengan "alasan pribadi".[18]