Artikel ini berisi tentang zat toksik buatan dan alami. Untuk racun organik alami, lihat Toksin.
Toksikan adalah toksik apa pun, baik buatan maupun alami.[1] Sebaliknya, toksin adalah racun yang diproduksi secara alami oleh suatu organisme (misalnya tumbuhan, hewan, bakteri).[2] Berbagai jenis zat beracun[3] dapat ditemukan di udara, tanah, air, atau makanan.[4]
Keberadaan
Toksikan dapat ditemukan di udara, tanah, air, atau makanan.[4] Manusia dapat terpapar toksikan lingkungan.[5]Ikan dapat mengandung toksikan lingkungan.[6]Asap tembakau mengandung toksikan.[7] Aerosol rokok elektrik juga mengandung toksikan.[8] Emisi produk tembakau yang dipanaskan tanpa dibakar mengandung toksikan.[9] Sebagian besar logam berat adalah toksikan.[10] Asap knalpot diesel mengandung toksikan.[11]Pestisida, benzena, dan serat mirip asbes seperti tabung nano karbon adalah toksikan.[12] Kemungkinan toksikan yang dapat berkembang meliputi ftalat, fenol, tabir surya, pestisida, penghambat api berhalogen, lapisan perfluoroalkil, nanopartikel, rokok elektronik, dan polifenol makanan.[13]
Istilah terkait
Sebaliknya, toksin adalah zat beracun yang diproduksi secara alami oleh suatu organisme (misalnya tumbuhan, hewan).[2] Buku tahun 2011 yakni A Textbook of Modern Toxicology menyatakan, "Toksin adalah toksikan yang diproduksi oleh organisme hidup dan tidak digunakan sebagai sinonim untuk toksikan—semua toksin adalah toksikan, tetapi tidak semua toksikan adalah toksin. Toksin, baik yang diproduksi oleh hewan, tumbuhan, serangga, atau mikroba, umumnya merupakan produk metabolisme yang telah berevolusi sebagai mekanisme pertahanan untuk tujuan mengusir atau membunuh predator atau patogen."[14]
Biosida diklasifikasikan sebagai zat toksikan pengoksidasi atau non-pengoksidasi. Klorin adalah zat toksikan pengoksidasi yang paling umum diproduksi.[15] Klorin secara luas ditambahkan ke air minum untuk mendisinfeksinya.[16] Zat toksikan non-pengoksidasi meliputi isotiazolinona dan senyawa amonium kuarterner.[17]