Artikel ini kekurangan informasi dan perlu dikembangkan agar memenuhi standar Wikipedia. Tolong kembangkan artikel dengan melengkapi informasi yang relevan. Rincian lebih lanjut mungkin tersedia di halaman pembicaraan.(Juli 2022)
Toho adalah salah satu dari empat anggota dari Motion Picture Producers Association of Japan (MPPAJ), dan merupakan yang terbesar di antara keempatnya, serta merupakan satu-satunya yang menjadi komponen dari indeks Nikkei 225.
Sejarah
Bagian ini memerlukan pengembangan. Anda dapat membantu dengan mengembangkannya. (Juli 2022)
Tentara Amerika berjaga di luar Toho Studios pada bulan Agustus 1948
Setelah Perang Dunia II berakhir, pemerintah Pendudukan memperbolehkan dan mendorong pembentukan serikat pekerja, yang sebelumnya dilarang oleh pemerintah Kekaisaran.[4] Selama mogok kerja yang diadakan oleh para pegawai dari studio film Toho mulai bulan Oktober 1946, sepuluh orang bintang dari Toho yang dipimpin oleh Denjiro Okochi pun memisahkan diri dari serikat pekerja Toho bersama 445 orang pegawai lainnya. Sebagai bagian dari resolusi terhadap mogok kerja tersebut, penerapan closed-shop pada serikat pekerja Toho pun mengarah pada pembentukan Shintoho, untuk menampung bintang dan pegawai yang memisahkan diri dari serikat pekerja Toho serta bekas fasilitas milik Toho.[5]
Keluarnya bintang-bintang tersebut pun mengarah pada penerimaan dan pelatihan bintang-bintang baru, seperti Toshiro Mifune.[5] Kontrak yang dibuat setelah mogok kerja tersebut mewajibkan bahwa Toho hanya memproduksi film yang disetujui oleh sebuah komite yang meliputi anggota dari serikat pekerja, sehingga membuat para pembuat film mendapat kendali kreatif atas film buatannya.[5] Walaupun Toho hanya memproduksi 13 film pada tahun 1947, enam film di antaranya, termasuk One Wonderful Sunday, yang disutradarai oleh Akira Kurosawa, dinobatkan sebagai salah satu dari sepuluh film terbaik dalam Kinema Junpo.[5] Namun, tiap film diproduksi dengan biaya dua hingga tiga kali lipat dari film buatan studio lain, sehingga membuat perusahaan ini merugi.[6]
Pada tahun 1948, presiden Toho yang baru, Tetsuzo Watanabe, menetapkan kuota produksi sebanyak 24 film per tahun dan mengakhiri pengendalian produksi film oleh serikat pekerja. Pada bulan April, manajemen Toho mengumumkan pemberhentian 1.200 orang pegawai,[7] yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional dan mengeluarkan pegawai yang berhaluan komunis.[8] Pada tanggal 15 April, serikat pekerja Toho pun menduduki perusahaan ini bersama aktivis dari Partai Komunis Jepang, dengan memasang barikade dan menutup gerbang utama.[7]
Pada tanggal 13 Agustus, Pengadilan Distrik Tokyo mengeluarkan putusan yang menguntungkan Toho,[7] dan pada pagi hari tanggal 19 Agustus, kepala Kepolisian Distrik Tokyo pun tiba di gerbang utama Toho untuk membacakan putusan pengadilan. Sebanyak 2.000 orang polisi pun mengelilingi perusahaan ini, dengan didukung oleh tentara, tiga pesawat terbang, serta sejumlah kendaraan lapis baja dan tank dari Angkatan Darat Amerika Serikat Kedelapan.[7][9] Pimpinan dari serikat pekerja Toho kemudian setuju untuk mengakhiri pendudukan, asalkan serikat pekerja tidak dibubarkan.[7]
Toho sangat terdampak oleh mogok kerja tersebut, sehingga hanya memproduksi empat film pada tahun 1948 dan lima film pada tahun 1949. Toho juga tetap mendistribusikan film buatan Shintoho hingga akhir tahun 1949.[10]
Setelah sukses mengekspor sejumlah film ke Amerika Serikat selama dekade 1950-an melalui Henry G. Saperstein, Toho mengambil alih La Brea Theatre di Los Angeles agar dapat menayangkan film buatannya tanpa harus menjualnya ke distributor. Bioskop tersebut pun dikenal sebagai Toho Theatre mulai akhir dekade 1960-an hingga 1970-an.[13] Toho juga memiliki sebuah bioskop di San Francisco dan membuka sebuah bioskop di New York City pada tahun 1963.[14] Toho pun berkontribusi dalam proses produksi dari sejumlah film Amerika, seperti film A Simple Plan karya Sam Raimi tahun 1998[15] dan film fiksi ilmu militer/kaiju, Monster Hunter karya Paul W. S. Anderson tahun 2020.[16]
Pada tahun 2019, Toho berinvestasi sebesar ¥15,4 miliar ($14 juta) pada Toho International sebagai bagian dari strateginya untuk meningkatkan labanya menjadi JPY50 miliar dan meningkatkan pemanfaatan terhadap kekayaan intelektualnya, seperti Godzilla.[17]
Pada tahun 2020, Toho mengakuisisi 34,8% saham dari studio animasi TIA, dengan ILCA dan Anima masing-masing tetap memegang 32,6% saham TIA. Pada tahun 2022, Toho mengakuisisi saham TIA yang dipegang oleh Anima, sehingga Toho resmi menguasai 67,4% saham TIA. Nama dari TIA kemudian diubah menjadi Toho Animation Studios.[18]
Pada bulan Desember 2023, Toho mengumumkan niatnya untuk mengakuisisi 25% saham dari Fifth Season dengan harga $225 juta melalui Toho International. Setelah selesainya akuisisi tersebut, CJ ENM tetap memegang mayoritas saham dari Fifth Season, sementara Endeavor juga tetap memegang sejumlah saham dari Fifth Season. CEO Graham Taylor dan Chris Rice menyatakan bahwa akuisisi tersebut akan menciptakan peluang kolaborasi antara Fifth Season, Toho, dan CJ ENM untuk memproduksi konten global.[19]
Pasca kesuksesan Godzilla Minus One (2023) sebagai film pertama yang didistribusikannya sendiri di Amerika Serikat, pada bulan Maret 2024, Toho menyatakan bahwa Godzilla adalah "harta karun kekayaan intelektual" mereka dan mereka telah menguasai kembali hak ritel atas Godzilla di seluruh dunia, sehingga kini mereka dapat menjual, mengiklankan, dan mendistribusikan Godzilla ke luar Jepang secara langsung.[20] Perusahaan ini juga menyatakan bahwa Best Visual Effects yang didapat oleh film tersebut pada Academy Awards ke-96 membantu mereka untuk mendapat lebih banyak pengakuan dan mempermudah ekspansi mereka ke luar Jepang.[21]
1234Tanaka, Tomoyuki (1983). "Toho Special Effects Prehistory Films". The Complete History of Toho Special Effects Movies (dalam bahasa Japanese). Toho Publishing. hlm.82–83. ISBN4-924609-00-5. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
123456"企業概要". Toho. Diakses tanggal March 13, 2024.
↑Kindem, Gorham Anders (2000). The international movie industry. Carbondale: Southern Illinois University Press. hlm.17. Pemeliharaan CS1: Lokasi penerbit (link)
↑"映画 モンスターハンター". Toho (dalam bahasa Japanese). Diarsipkan dari asli tanggal February 14, 2020. Diakses tanggal May 10, 2022. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)