Titie Said merupakan nama pena dari Sitti Raya Kusumowardani (1935–2011), seorang penulis dan jurnalis asal Indonesia.[1][2][3] Ia dikenal karena karya cerita pendek dan novelnya.[1]
Biografi
Lahir di Bojonegoro, Jawa Timur, Hindia Belanda pada 11 Juli 1935.[1][2] Ibunya bernama Hastuti Suwanti dan Bapaknya bernama Muhammad Said; Titie pernah menjadi guru, tentara, dan penulis selama masa penjajahan Belanda.[1] Ia mendapatkan pendidikan sekolah dasar di Bojonegoro pada 1948.[1] Ia kemudian pindah ke Malang untuk melanjutkan pendidikannya.[1][4] Setelah tahun 1959, ia pindah ke Jakarta untuk belajar di departemen literatur, Univesitas Indonesia tetapi ia tidak menyelesaikan pendidikannya.[1][2]
Karier
Pada 1958, ia menjadi jurnalis untuk majalah wanita. Pada tahun yang sama ia menikah dengan H. Sadikun Sugihwaras.[1] Ia menjadi editor di Majalah Kartini dan menjadi Pemimpin Redaksi di Majalah Famili.[3]
Ia pernah menjabat sebagai Ketua Lembaga Sensor Film pada tahun 2003 s.d 2006 dan dari 2006 s.d 2009.[2]
Ia menulis lebih dari 25 judul novel, termasuk Jangan Ambil Nyawakucode: id is deprecated (Don't take my life), Reinkarnasicode: id is deprecated (Reincarnation), Fatima, Ke Ujung Duniacode: id is deprecated (To the end of the world) and Prahara Cintacode: id is deprecated (Tempest of love). Beberapa karyanya telah dibuat menjadi film.[3]
Ia wafat karena penyakit strok di Rumah Sakit Medistra, Jakarta.[2]