Perjalanan Karier
Tipe-X dibentuk pada 10 September tahun 1995 yang dimotori oleh Tresno Riadi dan Yoss, semula kelompok ini menggunakan nama Headmaster sebagai nama band, namun mereka akhirnya memilih nama Tipe-X untuk memudahkan orang untuk mengingat nama band. Grup ini beranggotakan Tresno Riadi (vokal), Micky (bass), Yoss (gitar), Billy (gitar), Arie Hardjo (drum) dan Anto (trombone).
Saat terbentuk, Headmaster hanya terdiri dari enam orang, Tresno (vokal), Micky (bass), Ari (gitar utama - gitaris Padi), Yoss (gitar ritme), Gatz (kibor) dan Hendro (drum) pada tahun 1992. Pada masa awal pembentukan band, mereka berbasis di Kampung Rawa Bebek, Penjaringan, Jakarta.[1] Di awal kemunculannya, mereka masih membawakan lagu grup musik lain, seperti lagu-lagu Alternative Rock dari Red Hot Chilli Peppers dan Rage Against The Machine. Selanjutnya pada tahun 1995, sejumlah perubahan dilakukan grup band ini termasuk dengan masuknya Irul, seorang gitaris utama untuk menggantikan posisi Ari. Kehadiran Irul ternyata cukup mendongkrak performa mereka. Perubahan lainnya, band ini mulai memainkan Ska, aliran musik yang saat itu masih jarang dimainkan di Indonesia.
Semula mereka memainkan lagu-lagu grup luar seperti Voodoo Glow Skull, Operation Ivy & Mighty-Mighty Bosstone, tetapi akhirnya mereka mengganti dengan membawakan lagu-lagu ciptaan mereka sendiri. Hal tersebut membuat Tipe-X terlihat berbeda dan makin dikenal penggemar musik tanah air.
Pada bulan Maret, masuklah Andi Toha yang mengisi posisi brass section dan additional player untuk trombon yaitu Edhot. Masuknya kedua personel ini makin mengentalkan nuansa Ska milik Tipe-X. Billy, adik kandung Tresno ikut bergabung dengan Tipe-X dan masuk sebagai gitaris menggantikan posisi gitaris utama yang sebelumnya diisi oleh Irul. Posisi additional player peniup trombon yang semua diisi oleh Edhot, kemudian digantikan oleh Anto, adik kandung Edhot.
Festival-festival musik hingga panggung-panggung underground di Jakarta dan sekitarnya mereka jaja. Mereka juga pernah menjadi salah satu juara favorit Festival Musik Alternatif di Menteng tahun 1995.[1] Mereka akhirnya membuat beberapa demo lagu, lalu Tipe-X berinisiatif mengirimkan demo lagu Frustasi ke acara Ekspresi Indosiar, salah satu acara musik yang memiliki penonton yang cukup banyak dan bergengsi kala itu. Mereka juga mengirimkan demo lagu Bebas Pusing ke acara IndieLapan radio Prambors dan masuk peringkat lima. Setelah itu tawaran manggung pun makin banyak.
Ketika lagu-lagu ciptaan mereka sudah terekam sekitar 10 lagu, Tipe-X pun mulai mencoba memasukkan demo lagu ke major label. Mereka ingin menawarkan konsep Ska versi Tipe-X dan rencananya jika tidak diterima, mereka akan menempuh jalan Indie Label. Mereka tidak menyangka musik Tipe-X akhirnya tembus juga ke industri rekaman pada akhir dekade 90-an. Namun, saat Tipe-X berhasil masuk label, mereka kerap dihujani serapah saat mulai bermain di atas panggung. "Dulu kami disebut underground. Kalau sudah masuk label, wah, kayak dimusuhi, soalnya dituduh pengkhianat," ujar Billy, gitaris Tipe-X. Ia bersama Yoss bahkan pernah disandera di Serang pada tahun 1999. Pasangan gitaris itu dikerubuti sekitar 20 penonton murka yang bersenjatakan rantai & bambu. Keduanya terkurung di loket. Mereka baru berhasil meloloskan diri saat membonceng sepeda motor polisi untuk membelah gerombolan, sambil menahan nyeri karena terkena pukulan. "Tipe-X dulu dikenal band indie, terus masuk label besar. Mungkin orang jadi benci. Pokoknya, sudah marah," ujar Yoss. Mereka berdua dikejar sampai di hotel. Penampilan Tipe-X diboikot. Mereka sampai harus dilarikan dengan mobil lapis baja sampai gerbang tol. Itu pun masih disodok bambu dan ditimpuki batu. "Ya sudah. Enggak usah takut. Jalan terus. Habis punya banyak album, yang tadinya benci jadi suka," kata Yoss.[1]
Untuk memperbaiki kualitas debut album, Tipe-X mengaransemen kembali beberapa lagu-lagu yang pernah mereka buat. Semula mereka menjagokan lagu "Frustasi" dan "Bebas Pusing", ternyata Pops selaku produser lebih memilih lagu Genit yang justru dibikin secara mendadak. Debut album Tipe-X berjudul "SKA Phobia" akhirnya rilis pada bulan Juni 1999 dan beredar di pasaran lewat label rekaman Pops Musik, di bawah naungan Aquarius Musikindo selaku distributor. Hingga saat ini Tipe-X telah mengeluarkan 7 album, di antaranya: SKA Phobia (1999), Mereka Tak Pernah Mengerti (2001), Super Suprise (2003), Discography Hitam Putih (2005), Album Kompilasi / The Best A Journey (2007), Festival Perasaan (2009) di bawah naungan Michelin Records dan SEVEN (2012) di bawah naungan Off The Records (kini dikenal sebagai Bahaya Records)
Pada tahun 1999, album perdana berjudul mereka muncul "SKA Phobia" dengan singel Genit dan Angan. "SKA Phobia", album pertama Tipe-X dirilis pada Juni 1999 di bawah label Pops yang dikomandani Dodo Abdullah. Album tersebut memuat 10 lagu, termasuk 3 lagu berbahasa Inggris. 2 tahun kemudian, Tipe-X menelurkan album kedua dengan judul "Mereka Tak Pernah Mengerti" pada tahun 2001. Album ini menuai sukses besar hingga mendapat penghargaan Triple Platinum.
Pergantian formasi terjadi, posisi Hendro (drum) digantikan oleh Aditya Pratama alias Adi, mantan penggebuk drum grup Teaser. Tipe-X pun makin rajin mengeluarkan album baru. Pada tahun 2003, album ketiga "Super Surprise" juga mendapat sambutan positif dari penggemarnya yaitu X-Friends.
Masih mengikuti pola perilisan album sebelumnya tiap 2 tahun. Pada tahun 2005, Tipe-X mengeluarkan album keempat bertajuk "Discography Hitam Putih". Masih diproduksi oleh Pops Musik, perilisan album ini bertepatan dengan ulang tahun kesepuluh.
Disusul dengan album kelima yang dirilis pada tahun 2007. 2 tahun kemudian, mereka merilis album Kompilasi (The Best) "A Journey" yang dirilis pada tahun 2007. Album kelima ini berisi 3 lagu baru dan sejumlah lagu-lagu lawas, seperti Sakit Hati, Genit, Salam Rindu, Mawar Hitam serta sebuah lagu baru berjudul Kamu Penipu ciptaan Tresno. Album ini sukses terjual 120.000 kopi.
Setelah vakum selama 2 tahun lebih, tahun 2009 Tipe-X kembali menggebrak ranah hiburan dengan meluncurkan album baru. Album keenam bertajuk "Festival Perasaan" ini tetap mengusung konsep Ska, tetapi dengan sentuhan yang sedikit berbeda dan melibatkan 3 orang drummer. Tipe-X memutuskan tetap setia pada jalur musik mereka di tengah hingar bingar Melayu yang mewarnai musik Indonesia saat itu.
Single Ciuman Pertama dipilih Tipe-X sebagai single andalan. Dalam single ini Tipe-X berduet dengan penyanyi Kanada bernama Chelssie Baker yang cukup fasih bernyanyi dalam bahasa Indonesia. Selain Chelssie, dalam proses penggarapan album ini Tipe-X juga dibantu oleh Marcell Siahaan.
Berbekal pengalaman manis dan pahit mereka, kini Tipe-X merilis single terbaru yang berjudul "Boyband" di bawah bendera Offbeat Music Indonesia milik Benjamin Renhat sebagai label dan management mereka. Single ini adalah sebuah single pembuka untuk album ketujuh mereka, Seven yang dirilis tahun 2012 juga oleh Offbeat Music Indonesia. Tipe-X berharap album terbaru mereka dapat memuaskan kerinduan X-Friends (penggemar Tipe-X) di seluruh Indonesia.
Maraknya tren boyband di dunia musik Indonesia membuat Tipe-X menciptakan lagu berjudul "Boyband". Tak hanya itu, dalam video klipnya pun masing-masing personil Tipe-X tampil beda dengan bergaya seperti boyband.
Dalam album "Seven", Tipe-X juga menyelipkan lagu yang mendukung pesepakbolaan Indonesia yang berjudul "Indonesia Juara". Sebenarnya lagu ini merupakan lagu lama yang sudah ada sejak 4 tahun lalu, tetapi baru bisa masuk di album "Seven". Dengan lagu ini, Tipe-X berharap masyarakat Indonesia bisa terus mendukung timnas Indonesia meskipun kondisi sepak bola Indonesia sedang terpuruk.
Tipe-X saat ini beranggotakan 6 orang, yakni Tresno Riadi (vokal), Billy (gitar), Yoss (gitar), Micky (bass), Anto (trombon) dan Arie Hardjo (drum). Sampai saat ini, grup band ini masih eksis dan sering mengisi acara di berbagai daerah. Pada awal 2017, grup musik ini meluncurkan buku biografi berjudul "1999 : Ketika Pecundang Menjadi Pemenang". Dalam buku tersebut Tipe-X membagikan kisah perjalanan karier Tipe-X selama 22 tahun mengarungi musik Indonesia.
Album Pertama
SKA Phobia dirilis tahun 1999 dengan single Genit dan Angan dengan label Pops yang dikomandani Dodo Abdullah. Dalam album ini terdapat 10 lagu dengan 3 lagu berbahasa Inggris. Terjual lebih dari 380.000 kopi dan album ini dianugerahi 2 platinum.
Album Kedua
Album kedua bertajuk Mereka Tak Pernah Mengerti pada tahun 2001 mereka rilis dengan 10 lagu. Dengan single "Salam Rindu" yang video klipnya dibuat oleh Dimas Djayadiningrat dari rumah produksi Millenium. Selain "Salam Rindu", ada pula single "Sakit Hati" dan "Selamat Jalan" yang video klipnya dibuat oleh Eugene Panji.[2] Album ini dianugerahi Triple Platinum dan terjual lebih dari 500.000 kopi. Setelah merilis album kedua, Hendro (drum) memutuskan hengkang dari Tipe-X pada tahun 2002.
Album Ketiga
Super Suprise adalah album ketiga Tipe-X yang dirilis tahun 2003 dengan single Karena Cemburu, Gombal dan Pacar Yang Baik. Masih mendapat respon positif dari para penggemar Tipe-X, yaitu X-Friends. Kali ini Hendro (drum) digantikan oleh Aditya Pratama alias Adi (sekarang drummer ADA Band), yang merupakan mantan drummer grup band rock, Teaser. Adi kemudian menempati posisi drum yang ditinggalkan oleh Hendro sejak tahun 2002. Terjual lebih dari 150.000 kopi dan dianugerahi 1 platinum.[3]
Album Keempat
Discography Hitam Putih adalah album keempat Tipe-X yang dirilis tahun 2005. Peluncuran album ini juga merupakan ulang tahun Tipe-X kesepuluh. Album yang masih diproduksi Pops Musik ini menyajikan 10 lagu yang mengandalkan lagu Kamu Ngga Sendirian sebagai single pertama dan Mawar Hitam sebagai single kedua. Terjual lebih dari 120.000 kopi.[4]
Album Kelima
Album Kompilasi dengan judul A Journey mereka rilis pada tahun 2007. Lagu-lagu yang terkenal pada tahun 90-an, seperti "Sakit Hati", "Genit", "Salam Rindu" dan "Mawar Hitam" menjadi lagu andalannya. Sisanya, racikan baru termasuk "Kamu Penipu" yang dijadikan single pertama album ini. Setelah merilis album the best "A Journey", Adi (drum) memilih hengkang dan bergabung dengan ADA Band. Album the best ini terjual lebih dari 120.000 kopi.[5]
Album Keenam
Di Album Festival Perasaan ini ada sesuatu yang baru di Tipe-X yaitu, di single yang pertama yang berjudul Ciuman Pertama, Tipe-X berkolaborasi seorang penyanyi asal Kanada yang bernama Chelssie Baker dan Chelssie ikut menyanyi lagu dalam bahasa Indonesia. Hal ini memperlihatkan bahwa Tipe-X selalu update dan inovatif di tengah aliran musik yang belakangan ini banyak band yang beraliran Pop Melayu. Di single pertama ini, selain kolaborasi Tipe-X dengan Chelssie Baker di dalam penggarapan album keenamnya Tipe-X sangat serius sekali dengan melibatkan beberapa musisi pendukung salah satunya Marcell Siahaan (Marcell).
Harapan di Album “Festival Perasaan” ini Tipe-X dapat mengobati rasa kangen pecinta musik tanah air terhadap musik Ska. Selain itu memberikan pilihan lain kepada masyarakat Indonesia bahwa musik Ska dapat dinikmati dan merupakan salah satu genre musik yang masih ada dan eksis di Indonesia dan grup yang sampai sekarang masih eksis adalah Tipe-X.
Album Ketujuh
Setelah lama vakum dari dunia hiburan, Tipe-X kembali hadir dengan mengeluarkan album baru mereka. Dengan lagu andalan Boyband dalam album ketujuh SEVEN (2012), Tipe-X menghadirkan musik terbaru mereka. Dengan kombinasi berbagai jenis musik. Di album ketujuh ini, Tipe-X menemukan pengganti Adi, yaitu Arie Hardjo yang merupakan mantan drummer band rock, U'Camp. Arie bergabung dengan Tipe-X setelah beberapa kali tampil dalam tur dan konser bersama Tipe-X sebagai additional drummer sejak tahun 2008. Di album ini pula, Andi Toha (saksofon) memilih untuk mundur dari band Ska asal Jakarta ini. Andi mundur sejak tahun 2011.
Tipe-X mengeluarkan album terbaru mereka pada bulan Oktober 2012, nama album mereka kali ini bernama "Seven". Launching album kali ini di rancang khusus untuk X-Friends dengan nama X-Friends Day. Di album ini terdapat 10 lagu mereka dengan judul "Indonesia Juara", "Jantungku", "Boyband", "Pesta", "Happy Birthday", "Aku Cukup Senang", "Reuni", "Cinta Jauh", " Jangan Omong Sembarang" dan "Gak Terang Terang".
Album Kedelapan
Tipe-X menggelar konser bertajuk "3 Dekade Berdanska", sekaligus merilis albumnya yang kedelapan di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu, 29 November 2025.[1] Konser dimulai dengan penampilan dari beberapa band pembuka mulai sekitar pukul 16.00 WIB, di antaranya Monkey Boots, Orind, Washtafel, U.F.O, Jet Coaster, Noin Bullet dan Jun Fan Gung Foo. Selanjutnya, melalui video, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono mengutarakan apresiasinya. Ia sebenarnya berminat sepanggung dengan Tipe-X, tetapi ia berhalangan untuk datang ke Jakarta. "Saya ingin membawakan lagunya, tapi minta maaf. Saya sedang di Pacitan," ucap SBY. Lagu Tipe-X favorit SBY, "Kamu Ngga Sendirian", sebelumnya kerap didendangkan ketika ketika ia unjuk kebolehan dalam acara-acara formal.
Setelah pemutaran kompilasi video instrumentalia lagu-lagunya, Tipe-X mulai beraksi pada sekitar pukul 22.30. Urutan lagu yang dimainkan Tipe-X antara lain "Mawar Hitam", "Tanda-Tanda Patah Hati", "Pesta", "Biar Ngga Penasaran", "Cerita Tahun Lalu", "X-Friends", "Genit", "Beda Zaman", "Bahagia Sampai Tua", "Karena Patah Hati", "Reuni", "Di Mana Cinta", "Cuma Main-Main", "Kisah Cinta Kamu dan Aku", "Selamat Jalan", "Angan", "Karena Cemburu", "Sakit Hati", lalu diakhiri dengan encore "Boyband". Konser selesai sekitar pukul 01.00 malam.
Album kedelapan Tipe-X berjudul "Tanda Istimewa". Daftar lagu yang terdapat pada album ini adalah "Beda Zaman", "Kisah Cinta Kamu dan Aku", "Belajar Nakal", "Terima Kasih", "Bahagia Sampai Tua", "Sudah Tidak Love You", "Pulang", "Jangan Miskin", "Menikah Denganmu", "Hari Untuk Dikenang", "Bossyndrome", dan "Andai Dia Tau".