Ayah Tin terlibat dalam pekerjaan akar rumput dan Tin membantunya menerjemahkan bahasa Inggris.[5] Pada tahun kedua kuliahnya, Tin ikut membantu di sesi Meet-The-People yang diselenggarakan oleh Vivian Balakrishnan.[5]
Sebelum terbentuknya Pengurus PAP Muda ke-17 yang ditandai dengan pemilihan umum 2011, Tin merupakan asisten bendahara PAP Muda dan wakil Cabang Ulu Pandan.[8]
Pada Mei 2017, Tin mulai bekerja di Jing King Tech Group, sebuah perusahaan investasi, sebagai direktur grup untuk strategi perusahaan sebelum berangkat untuk bergabung dengan Business China pada 21 Mei 2018.[10][11]
Tin menjabat sebagai CEO Business China—sebuah organisasi nirlaba terkait pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat hubungan Singapura-Tiongkok melalui dukungan dunia usaha—antara Mei 2018 dan Desember 2022.[11]
Pada bulan Februari 2023, Tin awalnya menerima peran Direktur Hubungan Masyarakat dan Kebijakan dari Grab, sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Singapura. Hal ini menimbulkan pertanyaan publik mengenai kemungkinan konflik kepentingan, karena ia juga merupakan ketua Komite Parlemen Pemerintah Komunikasi dan Informasi (GPC).[12] Setelah beberapa hari, Grab kemudian menggantikan jabatannya sebagai direktur pengembangan perusahaan.[13] Tin kemudian mengumumkan bahwa ia akan mengundurkan diri dari Grab setelah menjabat di perannya setelah beberapa bulan.[14]
Sebagai anggota Pemuda PAP dari Ulu Pandan, Tin diterjunkan sebagai calon anggota parlemen untuk menarik perhatian suara pemuda yang "tidak bisa diprediksi" melalui sosial media.[16] Goh Chok Tong mengakui bahwa usia Tin yang sangat muda dan citra negatif yang diterima dari publik adalah salah satu "faktor" performa buruk PAP walaupun mereka menang dibandingkan suara 72.9% pada 1992.[17]
Beberapa masyarakat Singapura merasa bahwa Tin tidak layak dipilih, dan Tin menang hanya karena dinompang oleh anggota parlemen yang ikut berkontestasi bersamanya karena di Konstituensi Perwakilan Kelompok, kelimanya harus dipilih keluar sebagai sebuah tim dalam sistem pemilihan umum Singapura.[18]
Persepsi buruk terhadap Tin Pei Ling sangat intens sampai Goh Chok Tong harus secara publik melindunginya di konferensi pers. Goh menyatakan bahwa ia memang ingin mengambil Tin Pei Ling setelah berdiskusi dengan Perdana Menteri Lee Hsien Loong yang awalnya ingin menempatkannya bersamanya di Ang Mo Kio GRC. Goh merasa Tin bukanlah kandidat yang lemah. Dia menepis kritik di dunia maya sebagai "distorsi" dan meskipun "beberapa cuplikan dari dirinya yang menganggapnya sebagai orang yang ringan", itu hanyalah "pandangan yang dangkal". Dia masih percaya bahwa dia "akan bekerja sangat keras", "[bisa] menjangkau kaum muda, dan mereka yang tidak terlalu muda", bahwa dia "ingin dia berbuat lebih banyak untuk membantu orang-orang tua di MacPherson," dan bahwa dia akan menjadi "Anggota Parlemen yang baik pada waktunya".[19]
Pada pemilihan umum 2015, MacPherson dicaplok dari Marine Parade GRC dan membentuk MacPherson SMC untuk pertama kalinya sejak 2006.[20]
Ia kali ini kembali melawan Cheo Chai Chen dari NSP beserta Bernard Chen dari Partai Pekerja. Kali ini, Cheo menyerang Tin Pei Ling karena Tin sedang hamil, menyatakan bahwa peran baru Tin Pei Ling sebagai seorang ibu merupakan sebuah kelemahan.[21] Pernyataan misoginis yang dilontarkan Cheo menimbulkan amarah publik, dan Cheo terpaksa meminta maaf dan menyatakan bahwa pernyataannya hanya sebuah gurauan.[22] Pada akhirnya, Tin Pei Ling menang 65.58% suara, dibandingkan dengan Chen yang mendapatkan 33.6% dan Cheo hanya mendapatkan 0.82%.[23]