Kebanyakan sastra barat mendefinisikan Timur Tengah sebagai negara-negara di Asia Barat Daya, dari Iran (Persia) ke Mesir. Mesir dengan semenanjung Sinainya yang berada di Asia umumnya dianggap sebagai bagian dari Timur Tengah, walaupun sebagian besar wilayah negara itu secara geografi berada di Afrika Utara.
Sejak pertengahan abad ke-20, Timur Tengah telah menjadi pusat terjadinya peristiwa-peristiwa dunia, dan menjadi wilayah yang sangat sensitif, baik dari segi kestrategisan lokasi, politik, ekonomi, kebudayaan, dan keagamaan. Timur Tengah mempunyai cadangan minyak mentah dalam jumlah besar, dan merupakan tempat kelahiran, dan pusat spiritual Islam, Kristen, Yahudi.
Batas
Peta menunjukkan negara-negara yang diyakini sebagai bagian dari Timur Tengah.
Istilah 'Timur Tengah' mengarah kepada wilayah budaya, jadi tidak mempunyai batas tertentu. Secara garis besar, Timur Tengah dibatasi oleh negara Iran di bagian timur, Turki di bagian utara, dan Mesir di bagian barat. Kebalikan dari apa yang dibawakan oleh media massa, tidak semua negara di Timur Tengah didominasi oleh bangsa Arab yang beragama Islam, dan kehadiran bahasa Arab bukan penunjuk bahwa negara tersebut adalah bagian dari Timur Tengah. Dari 16 negara yang termasuk dalam definisi umum wilayah tersebut yang mayoritas berbahasa Arab ada 12 negara, sementara 8 negara yang umumnya dianggap sebagai bagian dari Dunia Arab berada di luar definisi wilayah umum Timur Tengah.
Definisi yang umum dipakai yaitu wilayah yang terdiri dari:
Dengan hilangnya Kekhalifahan Utsmani pada 1924, 'Timur Dekat' hampir hilang dalam penggunaan umum, sedangkan 'Timur Tengah' digunakan untuk menunjuk ke negara-negara Islam. Namun penggunaan 'Timur Dekat' tetap digunakan oleh beberapa disiplin akademi, termasuk arkeologi dan sejarah kuno.
Kritikan Erosentrisme juga berhubungan dengan fakta bahwa Timur, dan Barat didefinisikan dalam hubungannya dengan garis lintang relatif terhadap Meridian Utama atau Meridian Greenwich. Ini dikarenakan standar kartografi Britania yang diterima luas pada 1884 dalam Konferensi Meridian Internasional.