Dibangun pertama kali pada tahun 1420 selama Dinasti Ming, Tiananmen merupakan gerbang masuk ke kediaman Kaisar, tempat semua pengunjung istana berjalan. Pada tahun 1949, Mao Zedong mengumumkan pendirian Republik Rakyat Tiongkok dari balkon, yang kini menampilkan potret besar dirinya. Tiananmen terletak di sebelah utara Lapangan Tiananmen, dan dipisahkan dari alun-alun oleh Chang'an Avenue.
Nama gerbang tersebut dalam Bahasa Mandarin tersusun atas karakter yang masing-masing berarti "langit", "damai", dan "gerbang", yang membuatnya bisa diterjemahkan sebagai "Gerbang Kedamaian Surgawi". Namun nama tersebut adalah singkatan dari frasa yang lebih panjang yang berarti "menerima Mandat Langit, membawa kedamaian negara (受命于天,安邦治國code: zh is deprecated ).[3] Gerbang lain yang berada di sisi lain Kota Terlarang bernama Di'anmen (地安门code: zh is deprecated ) yang berarti "Gerbang Kedamaian Duniawi."
Fisik gerbang
Pilar batu (huabiao) dengan gambar naga dan feniks diletakkan di sekitaran gerbang.
Tembok gerbang tersebut memiliki panjang 66 meter, lebar 37 meter, dan tinggi 32 meter. Di atasnya ada atap dengan desain tradisional Tiongkok. Di depan gerbang tersebut ada empat patung singa - dua patung persis di depan gerbang dan dua lainnya di jembatan sebelum gerbang - yang dalam budaya Tionghoa diyakini dapat menangkal roh jahat.
Dua pilar batu yang disebut huabiao juga berdiri di depan gerbang sebagai dekorasi, walaupun fungsi asli pilar ini pada awalnya adalah sebagai media aspirasi rakyat kepada pemerintah kaisar dengan menempelkan tulisan pada pilar tersebut.
Di antara kedua plakat, tergantung foto pendiri RRT Mao Zedong yang selalu diganti setiap tahunnya. Selain foto Mao Zedong, tokoh lain juga pernah digantungkan fotonya di Tiananmen, seperti Sun Yat-sen dan Chiang Kai-shek pada era Republik Tiongkok, Zhu De yang fotonya pernah disandingkan dengan foto Mao untuk beberapa waktu, dan Joseph Stalin saat kematiannya pada tahun 1953.[4]