Thulaihah pemah ditebas dengan pedang, namun tidak mempan, dan kabar itu tersebar luas, hingga sebagian dari mereka berkata, "Sesungguhnya senjata tidak dapat melukai Thulaihah." Dalam kondisi demikian, pasukan muslimin mendapat berita tentang wafatnya Nabi. Cerita Thulaihah yang kebal senjata kian menambah pamor Thulaihah naik dan membuat jumlah pasukan muslimin berkurang, sebab sebagian dari mereka membelot ke Thulaihah.[3]
Pertempuran Buzakhah di Timur Laut kota Madinah.
Menjelang pertempuran Buzakhah, Khalid mengutus mata-matanya dari sahabat bernama Ukasyah dan Tsabit. Sayang, musuh memergoki kedatangan mereka. Dua orang musuh, yaitu Thulaihah dan Salamah yang sedang berpatroli memergoki Ukasyah dan Tsabit, lalu menanyakan maksud kedarangan mereka di tempat itu. Salamah langsung membunuh Tsabit, sedangkan Thulaihah kesulitan menjatuhkan Ukasyah. Karena terdesak, Thulaihah meminta bantuan Salamah untuk menumbangkan Ukasyah. Mereka berdua mengeroyok Ukasyah hingga akhirnya ia tumbang oleh sabetan pedang dan tusukan tombak musuh. Ukasyah dan Tsabit gugur di medan perang.[4]
Khalid lalu menyerbu pasukan Thulaihah. Setelah pasukan Thulaihah dikalahkan oleh pasukan Islam di bawah pimpinan Khalid bin Walid pada tahun 632, ia kemudian melarikan diri ke Syam.[1]
Thulaihah kemudian kembali memeluk Islam pada tahun 634, yaitu pada masa kekhalifahan Umar bin Khaththab.[1] Ia kernudian menunaikan ibadah haii, dan letika Unrar mdihafrSra Umar berkata, "Wahai Thulaihah, ketidaksukaan diriku terhadapmu muncul setelah kamu membunuh Ukkasyah bin Mihshan dan Tsabit bin Aqram yang ketika itu ditugaskan sebagai telik sandi Khalid dalam perang Buzakhah."
Thulaihah tercatat dalam serbuan seorang diri ke barisan lawan pada malam hari Pertempuran Qadisiyah serta berhasil membawa tawanan perang. Ia juga tercatat pernah menerobos hingga ke barisan tenda di lini belakang Sassania serta berhasil merobohkan tenda-tenda lawan, membunuh 2 pasukan elit Sassania, merampas 2 kuda perang berbaju zirah yang ia bawa kembali ke barisan kaum Muslimin, berikut menyerahkan 1 tawanan kepada panglima Sa’ad ibn Abi Waqqash.[3]