Thelma Golden (lahir 22 September 1965) adalah seorang kurator seni dari Amerika Serikat, yang menjabat sebagai Direktur sekaligus Kepala Kurator di The Studio Museum in Harlem, kota New York, Amerika Serikat.[1] Salah satu istilah post- blackness yang dipopulerkan oleh Golden. Pada periode 2017 hingga 2020, majalah ArtReview secara rutin menempatkannya sebagai salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia seni kontemporer.
Karier
Pada periode 1991 hingga 1998, Golden menjabat sebagai kurator di Whitney Museum of American Art, di mana ia dikenal karena perannya dalam menyoroti karya seniman-seniman kulit hitam konseptual generasi muda. Melalui Whitney Biennial tahun 1993 dan pameran Black Male (1994), ia menampilkan sejumlah karya yang bersifat politis dan menimbulkan perdebatan di kalangan publik dan kritikus seni.[1][2]
Golden bergabung dengan The Studio Museum in Harlem pada tahun 2000 sebagai Wakil Direktur Bidang Pameran dan Program. Ia kemudian diangkat menjadi direktur menggantikan Lowery Stokes Sims pada tahun 2005.
Kehidupan awal dan pendidikan
Thelma Golden tumbuh dan besar di Queens, New York, putri dari Arthur Golden dan Thelma (née Eastmond) Golden.[3] Sejak kecil, Golden memiliki kecenderungan minat terhadap seni, History of Art, karya H. W. Janson.[4] merupakan pengaruh terbesar untuk Golden di dunia seni.
Pada masa akhir sekolah menengah di New Lincoln School, Golden memperoleh pengalaman pertamanya dalam bidang kuratorial dengan menjadi murid magang di Metropolitan Museum of Art. Keputusannya untuk menjadi kurator terinspirasi oleh Lowery Stokes Sims, kurator pertama berkulit hitam di museum tersebut.[5]
Golden lulus dari Buckley Country Day School pada 1980, kemudian meraih gelar sarjana (B.A.) dalam bidang Sejarah Seni dan Kajian Afrika-Amerika di Smith College pada 1987.[6]
Selama masa studinya, Golden ikut menyusun beberapa pameran di Smith College Museum of Art, termasuk Dorothy C. Miller: With an Eye to American Art, yang membahas pameran “Americans” karya kurator MoMA Dorothy Canning Miller. [7]Pada 1985, Golden juga menjalani magang di The Studio Museum in Harlem, dengan tugas antara lain mengkatalogkan arsip pelukis Benny Andrews. Ia juga pernah bekerja di bawah bimbingan kurator Kellie Jones, yang kemudian ia sebut sebagai sosok yang “mengajarkan apa arti sebenarnya melakukan sebuah pekerjaan.[8]
Kehidupan Pribadi
Golden bertemu dengan perancang busana asal London, Duro Olowu, pada tahun 2006 dan menikah dengannya pada tahun 2008.[9] Pada 11 Februari 2014, Golden termasuk di antara tamu yang diundang ke jamuan kenegaraan yang diselenggarakan oleh Presiden Amerika SerikatBarack Obama untuk menghormati Presiden Prancis François Hollande di Gedung Putih.[10] Golden duduk tepat di sebelah kiri Presiden Obama.
Penghargaan
Pada tahun 2014, Artnet menempatkan Golden di peringkat ke-33 dalam daftar mereka berjudul "The 100 Most Powerful Women in Art" (“100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia Seni”).[11]Pada tahun 2016, Golden menerima Audrey Irmas Award for Curatorial Excellence. Perwakilan penghargaan tersebut, Tom Eccles, memuji Golden karena “mengangkat isu-isu dan mengembangkan gagasan yang relevan dengan zaman kita.”][12]
J. Paul Getty Trust menganugerahkan kepada Golden J. Paul Getty Medal pada tahun 2008. Presiden lembaga tersebut, James Cuno, memuji kontribusinya terhadap seni Afrika-Amerika, Ia menyatakan bahwa nama Thelma Golden identik dengan seni Afrika-Amerika, seni kontemporer, dan Harlem, serta menilai bahwa tidak ada direktur museum lain yang memberikan kontribusi sebesar dirinya bagi lembaga yang ia pimpin.
Golden juga muncul dalam daftar ArtReview berjudul "100 Most Influential People in the International Art World" setiap tahun dari 2003 hingga 2009 dan dari 2015 hingga 2020. Dari tahun 2017 hingga 2020, ia selalu menempati posisi 10 besar.[13]