The Righteous Mind: Mengapa Orang-orang Baik Terpecah Karena Politik dan Agama adalah sebuah buku yang ditulis oleh Jonathan Haidt, diterbitkan pada tahun 2012. Buku ini membahas asal-usul dan perkembangan pandangan moral pada manusia, dengan fokus pada peran emosi dan nalar dalam membentuk penilaian moral. Selain itu, karya ini juga mengkaji dasar-dasar moral yang melatarbelakangi perbedaan pandangan di antara kelompok-kelompok politik dan agama.[1]
Ringkasan
The Righteous Mind terdiri atas tiga bagian utama, yang masing-masing menyajikan satu prinsip kunci dalam psikologi moral. Setiap bagian saling berkaitan dan membangun landasan bagi bagian berikutnya.
Bagian pertama menjelaskan bahwa intuisi moral muncul lebih dahulu dibandingkan penalaran rasional. Penalaran moral dipandang sebagai alat untuk membenarkan intuisi yang sudah terbentuk, bukan sebagai sarana pencarian kebenaran objektif. Metafora “penunggang dan gajah” digunakan untuk menggambarkan dominasi proses bawah sadar (gajah) atas kesadaran rasional (penunggang), yang mengarahkan perilaku moral sehari-hari.[1]
Bagian kedua menguraikan bahwa moralitas terdiri atas berbagai dimensi, tidak hanya terbatas pada kepedulian terhadap penderitaan atau keadilan. Teori dasar moral mengidentifikasi enam fondasi moral utama: kepedulian, keadilan, kebebasan, kesetiaan, otoritas, dan kesucian. Perbedaan penekanan terhadap fondasi-fondasi ini menjelaskan perbedaan perspektif moral antara kelompok liberal dan konservatif.[1]
Bagian ketiga membahas peran moralitas dalam memperkuat kohesi kelompok sekaligus membatasi empati terhadap pihak luar. Melalui pendekatan evolusioner, moralitas dijelaskan sebagai hasil seleksi pada tingkat individu dan kelompok. Sifat kolektif manusia memungkinkan munculnya perilaku altruistik dan kerja sama, tetapi juga dapat mendorong polarisasi, konflik, dan bias antarkelompok.[1]
Referensi
1234Haidt, Jonathan (2025). The Righteous Mind. Jakarta: KPG (Kepustakaan Populer Gramedia). ISBN978-602-481-491-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)