Sang Juru Baca (bahasa Jerman:Der Vorlesercode: de is deprecated ) adalah sebuah novel karya Bernhard Schlink, bercerita tentang kesulitan yang dialami oleh generasi Jerman pascaperang untuk memahami Holocaust; Ruth Franklin menulis bahwa ini ditujukan secara khusus pada generasi Bertolt Brecht yang disebut Nachgeborenen, mereka yang muncul setelahnya. Seperti novel lain dalam genre Vergangenheitsbewältigung, perjuangan untuk berdamai dengan masa lalu, Sang Juru Baca mengeksplorasi bagaimana generasi pasca perang harus mendekati generasi yang mengambil bagian, atau menyaksikan, kekejaman. Inilah pertanyaan-pertanyaan yang menjadi inti literatur Holocaust di akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, ketika para korban dan saksi meninggal dan kenangan hidup memudar.[2][3][4][5]