McDonaldisasi Masyarakat pertama kali diusulkan oleh sosiologGeorge Ritzer dalam sebuah artikel berjudul The Journal of American Culture[1] dan pada tahun 1993 dikembangkan lebih lanjut dalam bukunya dengan judul yang sama. [2] Ritzer menyatakan bahwa menjelang akhir abad ke-20, model restoran cepat saji yang terorganisasi secara sosial telah berkembang menjadi kekuatan organisasi yang mewakili dan memperluas proses rasionalisasi ke dalam kehidupan sehari-hari dan pembentukan identitas individu. Pada tahun 1990-an McDonald's dijadikan contoh utama dalam kasus tersebut. [3] Buku tersebut memperkenalkan istilah McDonaldisasi ke dalam ranah akademik sebagai cara untuk menjelaskan proses sosial yang menghasilkan bentuk "kesamaan yang membosankan", sebagaimana dikemukakan dalam sebuah ulasan tahun 2002 tentang teks akademis terkait. [4]
Dalam McDonaldization, Ritzer memperluas dan memperbarui elemen-elemen penting dari karya Max Weber dan menghasilkan analisis kritis tentang dampak perubahan struktur sosial terhadap interaksi dan identitas manusia. Tema utama dalam analisis Weber tentang masyarakat modern adalah proses rasionalisasi; sebuah proses yang luas di mana pola pikir tradisional digantikan oleh analisis tujuan yang berkaitan dengan efisiensi dan kontrol sosial yang diformalkan. Weber berpendapat bahwa manifestasi arketipe dari proses ini adalah birokrasi; organisasi formal yang besar yang ditandai oleh struktur otoritas hierarkis, pembagian kerja yang tertata, aturan dan peraturan tertulis, impersonalitas, dan perhatian terhadap kompetensi teknis. Organisasi birokrasi tidak hanya mewakili proses rasionalisasi, tetapi struktur yang mereka terapkan pada interaksi dan pemikiran manusia semakin mendorong proses tersebut, mengarah pada dunia yang semakin rasional. Proses ini memengaruhi segala aspek kehidupan sehari-hari.
↑Warner, Malcolm (1 December 1993). "The McDonaldization of Society (book review)". Journal of General Management. 19 (2): 86–90. doi:10.1177/030630709301900207.