Pengunjung yang ingin memasuki kawasan The Lost World Castle akan dikenakan biaya sebesar Rp25.000,00 tiap orang dan belum termasuk biaya parkir. Biaya parkir mobil sebesar Rp5.000,00, sementara biaya parkir untuk sepeda motor sebesar Rp2.000,00.[2]
Atraksi
Di dalam The Lost World Casle, pengunjung disuguhkan potret gagahnya Gunung Merapi. Selain itu, di dalam objek wisata ini terdapat berbagai latar untuk mengambil foto yang menarik, di antaranya taman koboi, awan putih, sepeda motor terbang, sayap bidadari, dan lain-lain.[3] Selain itu, ada juga latar foto trik tiga-dimensi berupa air terjun, permadani terbang, dan beberapa bunga sakura tiruan yang turut menghidupkan suasana.[4]
Sejarah pembangunan dan polemik
Pemberian nama The Lost World Castle dimaksudkan untuk mengingatkan masyarakat akan dahsyatnya letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 yang telah menyapu bersih kawasan Desa Kepuharjo dan sekitarnya. Hal tersebut menyebabkan perekonomian masyarakat desa tersebut terpuruk. Berdasarkan hasil bertukar pikiran dengan sesama masyarakat desa, tercetuslah pembangunan desa wisata dengan The Lost World Castle sebagai tujuan wisata utamanya.[5] Pihak desa kemudian menggandeng Ayung, seorang pengusaha lokal untuk membangun tempat wisata ini.[6]
Letak The Lost World Castle berjarak sekitar 6 kilometer dari puncak Gunung Merapi.[7] Kawasan wisata ini pun masuk ke dalam kawasan rawan bencana yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DIY.[8] Lantaran menyalahi aturan, pihak pemerintah setempat mengancam akan menutup tempat wisata ini.[9] Pada Februari 2017, The Lost World Castle ditutup sementara untuk menyelesaikan sengketa perizinan pembangunan.[10][11] Terlepas dari sengketa perizinan pembangunan yang membuat tempat wisata ini berdiri secara ilegal,[12] tempat wisata ini terus buka sampai sekarang.[13]