Alur
Laras dan Bagas mendapat kabar bahwa arwah boneka Ghawiah yang ditinggalkan dalam film sebelumnya telah mengamuk. Arwah Uci ingin balas dendam kepada Laras karena telah berusaha menyelamatkan Daniel, dan Uci berhasil membunuh Shera, anak Laras.
Maira dan Aldo memiliki seorang anak berumur lima tahun bernama Kayla. Ia suka mengerjai ibunya dalam mencari "harta karun" dan merekamnya. Kayla sudah mengisi 26 kartu memori. Suatu malam, dalam sebuah perjalanan, Aldo menyadari bahwa rem mobilnya blong, dan mereka tertabrak kendaraan. Kayla meninggal.
Maira tidak mampu melepaskan kepergian Kayla. Temannya Elsa mencoba melakukan ritual "Lingsir Wengi" untuk memanggil Kayla, tetapi gagal. Mereka lupa berdoa, sebuah peraturan agar arwah Kayla bisa kembali ke alamnya dengan tenang. Maira pun mengalami berbagai kejadian aneh, tetapi Aldo tidak percaya, dan menyewa seorang psikiater, dr. Dini, yang menyarankan keduanya untuk berlibur. Saat berlibur, Maira melihat Kayla menulis angka 26 di pasir.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Elsa meminta Laras, seorang ahli paranormal, untuk mengembalikan arwah Kayla. Laras sudah dua tahun tidak bekerja karena trauma kehilangan anaknya akibat profesinya, tetapi Bagas, adik Laras, bersedia membantu. Bagas mengopini bahwa "26" merujuk kepada kartu memori Kayla ke-26. Sementara itu, sebagai metode terapi, Dini mengambil boneka Sabrina, boneka kesayangan Kayla, dan mengajak Maira menatapnya. Ruangannya bergoyang, dan Dini dicelakai parah. Ia masih hidup, dan Bagas membawanya ke rumah sakit. Aldo pun memercayai Maira.
Mereka menemukan kartu memori ke-26, yang mengungkapkan bahwa orang bayaran Yani memotong kabel rem mobil Aldo. Yani menjelaskan: sebelum Kayla lahir, Maira sulit hamil, dan karena stres, selalu menghindari Aldo dan membuat Aldo stres. Yani-lah obat mental Aldo, sampai Maira akhirnya hamil, dan Aldo mulai menjauhinya. Yani merasa sakit, berpikir bahwa jika ia tidak bahagia, semua orang harus tidak bahagia juga.
Arwah Kayla sudah dekat. Ketika hanya berdua, Yani terus-menerus mencelakai Maira dengan berbagai benda; Maira pun membalas. Yani mencoba meracuninya dengan gas, tetapi Kayla merasuki Maira, dan dengan mudah, Kayla membantai Yani. Aldo, Bagas, dan Laras dengan susah payah berhasil mengeluarkan Kayla dari tubuh Maira, tetapi Kayla malah pindah ke tubuh Yani, dan menyiksanya dengan keras sampai mati. Walaupun Yani berhasil diselamatkan, arwah Kayla masih ada. Dihadapkan dengan wujud roh Kayla, Maira dengan sedih dan haru melepaskan anaknya dan Kayla pun pergi ke alam berikutnya, karena Maira ingin seperti Yani yang pembunuh, dan tidak ingin membuat anaknya menjadi pembunuh, Maira melepaskan Kayla dengan haru. Media berkerumunan sembari Yani dibawa ke rumah sakit.
Maira mengajukan perceraian pada awalnya, tetapi saat mengunjungi makam Kayla, Maira mengatakan ini bukan hanya salah Aldo, tetapi salah Yani dan sendirinya juga dan mereka memutuskan untuk kembali. Laras juga telah mendapatkan kembali semangat untuk menjadi paranormal kembali karena mendengar suara anaknya yang tidak menyalahkannya.
Tanpa diketahui mereka, boneka Sabrina terkutuk arwah.