Plot
Selir raja sebelumnya berada dalam posisi lemah karena tidak memiliki hubungan darah dengan putra tirinya—sang raja yang kini berstatus duda tanpa keturunan. Ia berencana menyingkirkan raja dan menempatkan putranya yang penurut, Sung-won, di atas takhta. Namun, pangeran pemalu itu tidak peduli dengan ambisi ibunya dan justru jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Hwa-yeon, putri seorang bangsawan. Ibunya yang tidak senang dengan perilaku Sung-won tersebut, mengatur agar Hwa-yeon sebagai selir baru untuk Raja. Hwa-yeon sendiri sebenarnya telah menjalin hubungan asmara dengan Kwon-yoo, seorang pria dari kalangan rakyat biasa. Ketika ayah Hwa-yeon diwajibkan mengirim putrinya ke istana, kedua kekasih itu mencoba melarikan diri, tetapi tertangkap setelah malam pertama mereka bersama. Demi menyelamatkan nyawa Kwon-yoo, Hwa-yeon akhirnya setuju masuk ke istana.
Lima tahun kemudian, Hwa-yeon telah menjadi permaisuri setelah melahirkan seorang putra. Sung-won kembali dari perjalanan setelah mendengar kabar kesehatan raja yang memburuk. Dalam sebuah percakapan secara privat, Sung-won memberikan sebuah hiasan rambut kepada Hwa-yeon sebagai hadiah. Raja kemudian meninggal karena penyakit misterius. Ibu tiri sang raja segera menobatkan putranya, Pangeran Sung-won, sebagai raja boneka dan memilih seorang permaisuri untuknya, sementara ia sendiri menyandang gelar wali raja dan ibu suri, serta mengambil kendali penuh atas istana. Hwa-yeon dipindahkan ke kediaman sederhana yang dijaga ketat. Ketika ayah Hwa-yeon, seorang menteri istana, berusaha membuktikan bahwa raja sebelumnya dibunuh dengan racun, ia bersama para menteri dianggap tidak setia dan ditangkap atas tuduhan pengkhianatan.
Di istana, Hwa-yeon bertemu kembali dengan Kwon-yoo yang kini bekerja di antara para kasim. Awalnya ia merasa lega, berharap masih ada sisa perasaan lama, tetapi kenyataannya Kwon-yoo telah berubah. Meski nyawanya diselamatkan, ia dikebiri oleh ayah Hwa-yeon sebagai hukuman atas upaya mereka melarikan diri. Penuh dendam, Kwon-yoo kini berpihak pada Menteri Yoon dan ibu suri untuk mencari kekuasaan, serta menolak Hwa-yeon. Upaya Hwa-yeon menyelamatkan ayahnya digagalkan oleh Kwon-yoo, yang justru memastikan eksekusi sang menteri. Ia bahkan menerima perintah untuk meracuni Hwa-yeon dan anaknya dengan aconite—racun beracun—demi menyingkirkan pengaruh Hwa-yeon atas Sung-won.
Saat Sung-won mengunjungi Hwa-yeon untuk melihat kondisinya, Hwa-yeon dengan kasar memintanya untuk tidak pernah mengunjunginya lagi. Dalam kemarahan, ia mengambil Geum-ok, pelayan pribadi Hwa-yeon, sebagai selir untuk mencari tahu kebiasaan Hwa-yeon. Suatu malam, ia murka ketika melihat Geum-ok memakai hiasan rambut yang pernah ia berikan kepada Hwa-yeon. Untuk menyelamatkan diri, Geum-ok mengungkap bahwa Hwa-yeon pernah menjalin hubungan dengan Kwon-yoo dan mencurigai putra Hwa-yeon bukanlah anak dari keturunan Raja. Sung-won menuduh Hwa-yeon menyembunyikan kekasihnya sebagai kasim palsu, tetapi tuduhan itu gugur setelah ia memastikan Kwon-yoo memang telah dikebiri. Sung-won kemudian mencoba memperkosa Hwa-yeon, tetapi ditolak mentah-mentah. Hwa-yeon berkata, "Kembalilah jika kau sudah menjadi raja sejati."
Setelah kejadian itu, Kwon-yoo mulai percaya bahwa ia adalah ayah dari anak Hwa-yeon dan mulai menyesali tindakannya. Kwon-yoo bertekad melindungi mereka dan berbalik melawan Menteri Yoon dengan meracuni minuman obat Sung-won, tetapi akhirnya terpaksa meminum racun itu sendiri agar tidak dicurigai. Setelah Kwon-yoo keracunan, kasim obat istana yang diinterogasi mengaku bahwa Menteri Yoon—bawahan langsung ibu suri—adalah dalang dari upaya tersebut.
Hwa-yeon mengirim putranya pergi demi keselamatan, tetapi ia sendiri dipenjara atas tuduhan pengkhianatan. Ibu suri memerintahkan eksekusi Hwa-yeon dan anaknya. Sung-won menuduh ibunya mencoba meracuninya, hingga sang ibu mengaku bahwa ia memang meracuni raja sebelumnya demi menempatkan Sung-won di takhta. Pengakuan itu membuat Sung-won terkejut karena ia sebenarnya mencintai saudaranya dan tidak pernah punya keinginan menjadi raja. Kwon-yoo dan Menteri Yoon dihadirkan untuk mengonfirmasi rencana tersebut. Demi melindungi Hwa-yeon, Kwon-yoo berbohong dengan mengatakan bahwa ibu suri adalah dalang percobaan pembunuhan Sung-won, sementara Menteri Yoon yang menyediakan racun. Sung-won lalu memerintahkan eksekusi mereka dan menempatkan ibu suri dalam tahanan rumah permanen.
Dalam perjalanan menuju eksekusi, Kwon-yoo berpamitan dan meminta Hwa-yeon menjaga anak mereka. Namun Hwa-yeon menjawab, "Anak kita? Pangeran itu bukan anak siapa-siapa. Ia adalah anakku." Kwon-yoo hancur menyadari bahwa ia mengorbankan hidupnya demi seorang anak yang mungkin bukan darah dagingnya.
Sung-won, yang kini menjadi raja sejati, ditemui oleh Hwa-yeon di dalam kamarnya. Hwa-yeon membuka bajunya sebagai tanda bahwa ia kini menerima Sung-won. Keduanya bercumbu dan berhubungan intim dengan penuh gairah. Di puncak hubungan seksual tersebut, Hwa-yeon membunuhnya dengan tusuk rambut hadiah dari Sung-won. Tak lama kemudian, ibu suri juga disingkirkan.
Adegan terakhir memperlihatkan Hwa-yeon tersenyum melihat putranya bermain di atas takhta di ruang istana yang kosong. Senyumnya memudar ketika pintu tiba-tiba tertutup, menyadari bahwa ia tengah terjebak.